Published at
January 22, 2026 at 12:00 AM
APBI-ICMA Bersama Argus Media dan Coalindo Energy Bahas Arah Pasar Batubara Global 2026
Dinamika energi global, tensi geopolitik, serta arah kebijakan di berbagai negara terus memengaruhi pasar batubara dunia. Di tengah tren transisi energi, pasar global kini memasuki fase penyesuaian (adjustment), baik dari sisi permintaan, kualitas batubara, maupun strategi energy security masing-masing negara.
Merespons kondisi tersebut, APBI-ICMA bersama Argus Media dan Coalindo energy menggelar forum “Indonesia & Global Coal Outlook 2026: Policy, Geopolitics, and Market Direction.”

Dalam diskusi, pemerintah yang diwakili oleh Direktorat Pembinaan Program Minerba, Ditjen Minerba, menyampaikan bahwa industri batubara nasional saat ini berada dalam fase penataan. Pemerintah menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara keberlanjutan produksi, pemenuhan kebutuhan domestik, dan stabilitas industri. Isu pengaturan produksi, RKAB, DMO, serta hilirisasi menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan energi nasional sekaligus memberikan kepastian bagi pelaku usaha.
Dari sisi global, Argus Media memaparkan bahwa pasar batubara relatif stabil meskipun masih dibayangi faktor geopolitik. Asia, khususnya Tiongkok dan India, tetap menjadi pasar utama, sementara Vietnam dan Filipina menunjukkan potensi pertumbuhan permintaan. Untuk 2026, Argus menilai proses penyesuaian pasar masih akan berlangsung seiring dengan dinamika pasokan dan kebutuhan energi di kawasan.
Melalui forum ini, APBI-ICMA bersama Argus Media dan Coalindo Energy menegaskan pentingnya dialog berbasis data agar pelaku industri dapat membaca arah pasar secara lebih jernih dan mengambil keputusan strategis di tengah dinamika global.




