BLOOMBERG TECHNOZ

Published at

Upaya China Olah Batu Bara Jadi Bahan Kimia Membuahkan Hasil

Bloomberg, Upaya China selama lebih dari satu dekade untuk menggantikan minyak dengan batu bara dalam produksi bahan kimia kini membuahkan hasil bagi pemimpin industri, Ningxia Baofeng Energy Group Co. Perusahaan mencatatkan rekor keuntungan saat harga minyak mentah melonjak akibat konflik di Timur Tengah.

Baofeng, yang menguasai sekitar sepertiga kapasitas konversi batu bara menjadi bahan kimia di China, mencatatkan laba semester pertama sebesar 9,73 miliar yuan, demikian disampaikan dalam laporan bursa pada Rabu. Angka ini meningkat dibandingkan dengan 5,72 miliar yuan pada periode yang sama tahun lalu.

Kuartal kedua—saat harga minyak melonjak ke level tertinggi dalam empat tahun akibat gangguan perdagangan di Selat Hormuz—menjadi periode yang sangat menguntungkan bagi perusahaan.

Laba bersihnya mencapai 6,1 miliar yuan, menurut perhitungan Bloomberg. Angka ini lebih tinggi dibandingkan periode tiga bulan mana pun sejak perusahaan melantai di bursa pada tahun 2019.

"Harga minyak mentah naik pesat dan sangat fluktuatif, sehingga secara signifikan meningkatkan biaya bahan baku untuk produksi olefin berbasis minyak," ungkap Baofeng dalam laporan kinerjanya. "Harga batu bara domestik meningkat secara moderat, sementara biaya bahan baku untuk produksi olefin dari batu bara hanya naik sedikit."

Pabrik kimia berbasis batu bara mengubah bahan bakar padat tersebut menjadi gas sintetis, bahan bakar cair, dan bahan baku kimia untuk berbagai produk, mulai dari tekstil hingga bahan bangunan.

Menurut International Energy Agency, batu bara menyumbang sekitar 85% dari produksi metanol dan amonia di China. Industri ini menggunakan sekitar 390 juta metrik ton batu bara pada tahun 2024, menurut Centre for Research on Energy and Clean Air.

Meski teknologinya telah ada sejak lebih dari satu abad yang lalu, upaya China untuk memasuki sektor ini dimulai secara serius pada dekade lalu di tengah meningkatnya kekhawatiran mengenai ketergantungan negara tersebut pada minyak impor.

Setelah mengalami perlambatan singkat pada awal dekade ini, sektor ini kembali memasuki fase ekspansi seiring dengan upaya Beijing yang menempatkan keamanan pasokan sebagai inti dari strategi energinya.

Sektor ini mendapat dukungan pemerintah, tidak hanya karena membantu mengurangi impor minyak dan gas, tetapi juga karena berkontribusi pada pembangunan ekonomi di wilayah-wilayah miskin yang kaya batu bara seperti Mongolia Dalam, Xinjiang, dan Ningxia, tempat Baofeng beroperasi.

Menurut analis Morgan Stanley, termasuk Jack Lu, perusahaan ini memiliki kapasitas produksi konversi batu bara menjadi olefin sekitar 5,2 juta ton per tahun, atau mencakup sekitar sepertiga dari total kapasitas di China.

Aksesnya terhadap sumber daya batu bara yang murah membuat perusahaan bergantung pada harga minyak yang sangat tinggi untuk mencetak laba—perusahaan tetap mampu menghasilkan arus kas positif bahkan ketika harga Brent berada di kisaran US$30-an per barel, kata Lu dalam catatan pada April.

Source:

Other Article

Liputan 6

Published at

1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam

Bisnis Indonesia

Published at

10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi

IDX Channel.com

Published at

10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?

METRO

Published at

10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia

CNBC Indonesia

Published at

10 Perusahaan Tambang RI Paling Tajir Melintir, Cuannya Gak Masuk Akal

Secretariat's Address.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Secretariat's Email.

secretariat@apbi-icma.org

admin@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Website created by

Secretariat's Address.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Secretariat's Email.

secretariat@apbi-icma.org

admin@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Website created by

Secretariat's Address.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Secretariat's Email.

secretariat@apbi-icma.org

admin@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Website created by