RRI
Published at
Uji Coba Lokomotif CC205 Angkutan Batubara Distribusi Energi
RRI.CO.ID, Bandung - Di Pulau Jawa dan Bali, kebutuhan listrik terus bergerak mengikuti aktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi. Sekolah, rumah sakit, transportasi publik, pusat data digital, kawasan industri, hingga layanan pemerintahan membutuhkan pasokan energi yang stabil setiap hari.
Dalam struktur ketenagalistrikan nasional, batu bara masih menjadi salah satu sumber energi utama pembangkit listrik. Karena itu, kesinambungan distribusi batu bara menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas aktivitas masyarakat dan ekonomi nasional.
Salah satu distribusi tersebut dijalankan melalui angkutan kereta api. Pada periode Januari hingga April 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengangkut 16.631.048 ton batu bara. Khusus April 2026, volume angkutan mencapai 4.633.495 ton.
Sebagian besar angkutan tersebut digunakan untuk mendukung kebutuhan pembangkit listrik. Yaitu terutama di Jawa dan Bali yang menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 dihuni lebih dari 163 juta penduduk atau sekitar 58 persen populasi Indonesia.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan distribusi energi membutuhkan moda transportasi dengan kapasitas besar, pola operasi yang stabil. Serta kemampuan menjaga kesinambungan pasokan dalam jangka panjang.
“Distribusi energi memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat dan produktivitas ekonomi. Karena itu, pola angkut yang stabil menjadi penting agar rantai pasok energi dapat berjalan dengan baik,” ujar Anne, 13 Mei 2026.
Dalam sistem logistik nasional, kereta api dinilai memiliki karakteristik yang sesuai untuk angkutan komoditas massal berjarak jauh. Selain kapasitas besar, jalur rel yang terpisah dari lalu lintas jalan raya membuat distribusi lebih terukur dari sisi waktu perjalanan dan pola operasi.
Lokomotif CC205, misalnya, mampu menarik hingga 61 gerbong atau setara sekitar 3.050 ton barang dalam satu perjalanan. Kapasitas tersebut diperkirakan setara dengan sekitar 120 truk kontainer ukuran 40 kaki.
Dari perspektif logistik, kapasitas angkut besar dalam satu perjalanan turut memberikan efisiensi distribusi. Dan itu membantu mengurangi pergerakan kendaraan berat di jalan raya pada lintas tertentu.
Untuk meningkatkan kapasitas angkutan batu bara, KAI terus melakukan penguatan sarana dan pengujian operasional. Salah satunya melalui uji coba satu lokomotif CC205 pada 12 Mei 2026 di lintas Sumatra Selatan.
Pengujian dilakukan dengan menarik rangkaian 60 gerbong batu bara pada lintasan menanjak. Dalam simulasi tersebut, kereta api dihentikan di beberapa titik tanjakan, kemudian rel disiram air untuk menguji kemampuan adhesi lokomotif saat perjalanan dijalankan kembali pada kondisi lintasan yang lebih berat.
Source:
Other Article
Liputan 6
Published at
1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam
Bisnis Indonesia
Published at
10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi
IDX Channel.com
Published at
10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?
METRO
Published at
10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia
CNBC Indonesia
Published at