TANBANG
Published at
Tutup Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Berau Coal Gelar Bimtek Terkait Lingkungan
Jakarta,TAMBANG,- Perusahaan tambang batubara, PT Berau Coal menutup rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Lingkungan Hidup. Kegiatan Bimtek kali ini mengusung tema "Implementasi Kaidah Pertambangan yang Baik Kaitannya terhadap Pengendalian Dampak Perubahan Iklim".
Dijelaskan pula kegiatan yang diikuti jajaran manajemen PT Berau Coal dan mitra kerja ini menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman serta implementasi praktik pertambangan yang berkelanjutan. Bimtek ini menjadi penutup dari serangkaian kegiatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia PT Berau Coal yang telah berlangsung selama hampir satu bulan.
Sebelumnya, perusahaan telah menggelar upacara pembukaan pada 10 Juni 2026, aksi penanaman serentak di seluruh area operasional PT Berau Coal, kegiatan Enviro Goes to Campus, serta berbagai lomba seperti Penilaian Proper Internal, Lomba Cerdas Cermat Lingkungan yang bertujuan meningkatkan kepedulian dan kesadaran lingkungan bagi seluruh karyawan dan mitra kerja.
Kegiatan Bimtek diselenggarakan secara hybrid dengan menghadirkan narasumber dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Hadir secara langsung Direktur Pengendalian Kerusakan Lahan Kementerian Lingkungan Hidup, Ardhi Yusuf, serta Veriady, S.T., M.Si., Koordinator Kelompok Kerja Pengendalian Sumber Kerusakan Lahan Kementerian Lingkungan Hidup. Sementara secara daring melalui Zoom hadir Horas Pasaribu, Koordinator Perlindungan Mineral dan Batubara Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM. Juga Alex Sander Lumban Gaol, Inspektur Tambang Kementerian ESDM.
Materi yang dibahas dalam Bimtek kali ini mencakup implementasi Peraturan Menteri ESDM Nomor 20 Tahun 2025 dalam evaluasi kegiatan pertambangan, pengendalian dampak perubahan iklim, hingga strategi pelaksanaan reklamasi yang efektif sesuai kaidah pertambangan yang baik.
Dalam sambutannya, Kepala Teknik Tambang (KTT) PT Berau Coal, Feri Indrayana, menegaskan bahwa keberhasilan reklamasi tidak hanya diukur dari luas area yang direklamasi, tetapi juga kualitas pelaksanaannya.
"Reklamasi itu tidak hanya soal kuantitas, tetapi juga ketepatan pelaksanaannya serta tingkat pertumbuhan vegetasi yang berhasil dicapai," ujar Feri.
Ia berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkaya pengetahuan sekaligus menyempurnakan praktik pengelolaan lingkungan yang telah diterapkan di perusahaan.
"Hari ini kita mendapatkan kesempatan yang sangat berharga. Mohon seluruh materi didengar, diresapi, dan dipahami sehingga apa yang diperoleh dapat diterapkan untuk melengkapi apa yang selama ini telah kita laksanakan," tambahnya.
Bimtek berlangsung secara interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara peserta dan para narasumber. Dalam paparannya, Horas Pasaribu menekankan bahwa keberhasilan industri pertambangan tidak hanya diukur dari aspek produksi maupun kontribusi penerimaan negara.
"Keberhasilan tambang tidak hanya diukur dari seberapa banyak sumber daya yang dapat kita ambil atau besarnya kontribusi perusahaan terhadap PNBP dan pajak. Keberhasilan juga diukur dari seberapa baik risiko lingkungan berhasil kita identifikasi dan kelola," jelas Horas.
Ia juga memberikan apresiasi atas komitmen PT Berau Coal dalam menyelenggarakan rangkaian Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.
"Kami menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada PT Berau Coal atas penyelenggaraan seluruh rangkaian kegiatan Hari Lingkungan Hidup. Ini merupakan wujud komitmen yang tinggi terhadap pengelolaan dan pelestarian lingkungan hidup," ungkapnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan sambutan penutup dari Direktur Operasional dan HSE PT Berau Coal, Arief Widhartono. Ia menegaskan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup bukan sekadar agenda tahunan, melainkan pengingat akan pentingnya menjalankan tata kelola lingkungan secara bertanggung jawab sepanjang siklus operasional pertambangan.
"Acara ini menjadi penutup dari rangkaian kegiatan yang telah berlangsung selama hampir satu bulan. Semoga seluruh rangkaian ini menjadi pengingat bahwa tata kelola lingkungan hidup harus dijalankan dengan benar dan penuh tanggung jawab sejak operasional dimulai hingga berakhir, sehingga mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan," tutup Arief.
Source:
Other Article
Liputan 6
Published at
1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam
Bisnis Indonesia
Published at
10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi
IDX Channel.com
Published at
10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?
METRO
Published at
10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia
CNBC Indonesia
Published at