KONTAN

Published at

Terselamatkan Tingginya Harga Batubara dan Nikel

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sesuai proyeksi ekonom yang diwawancarai KONTAN, neraca dagang Indonesia di Juni kembali defisit, kendati menyempit dibanding bulan sebelumnya. Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan defisit neraca dagang mencapai US$ 0,45 miliar di Juni, lebih rendah dari US$ 1,61 miliar di Mei 2026.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan, defisit masih dipicu oleh tingginya defisit neraca minyak dan gas (migas), meski surplus nonmigas meningkat. "Defisit Juni 2026 utamanya disebabkan defisit pada komoditas migas," ujar Ateng, Senin (3/8).

BPS mencatat defisit migas mencapai US$ 3,49 miliar per Juni, membaik dari US$ 3,76 miliar pada Mei. Ini terutama akibat impor hasil minyak dan minyak mentah. Di sisi lain, surplus nonmigas naik jadi US$ 3,04 miliar dari US$ 2,15 miliar, ditopang ekspor lemak dan minyak nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja.

Pada Juni, ekspor Indonesia mencapai US$ 25,46 miliar, naik 8,84% secara tahunan. Ekspor naik didorong kenaikan ekspor nonmigas menjadi US$ 24,39 miliar atau tumbuh 9,46% secara tahunan.

Adapun kinerja ekspor non migas didorong oleh beberapa komoditas. Di antaranya bahan bakar mineral, seperti batubara, yang naik 49,67%, seiring volume yang naik 15,34%. Komoditas nikel dan barang daripadanya juga berkontribusi dengan nilai meningkat 69,30%. Padahal, volumenya turun 12,14%.

Tapi impor melonjak lebih tinggi, mencapai 34,27% secara tahunan menjadi US$ 25,91 miliar. Ini terutama karena impor migas yang naik 105,15% secara tahunan dan impor nonmigas yang tumbuh 25,05% secara tahunan. Alhasil, neraca dagang tetap defisit, kendati defisit mengecil.

Ekonom menilai defisit neraca perdagangan selama dua bulan terakhir lebih dipicu lonjakan impor migas akibat kenaikan harga minyak dunia, bukan pelemahan fundamental sektor eksternal.

Lead Economist Bank Danamon Indonesia Irman Faiz mengatakan, neraca dagang berpeluang kembali surplus bila harga minyak dunia terus turun seiring meredanya konflik di Timur Tengah. Tapi, surplus tidak akan sebesar beberapa tahun terakhir, karena impor barang modal dan bahan baku masih tinggi.

Di sisi lain, perlambatan ekonomi China berpotensi menahan laju ekspor. "Ke depan, apabila harga minyak dunia terus menurun, defisit neraca migas berpotensi menyempit sehingga neraca perdagangan berpeluang kembali mencatat surplus," ujar Irman.

Senada, Kepala Departemen Riset Makroekonomi dan Pasar Keuangan Bank Permata Faisal Rachman menilai, peluang surplus tetap terbuka jika harga minyak turun ke kisaran US$ 70 per barel dan impor barang modal maupun bahan baku mampu meningkatkan produksi berorientasi ekspor.

Meski begitu, Faisal mengingatkan surplus perdagangan akan terus menyempit seiring berakhirnya commodity boom. Tanpa percepatan transformasi industri berorientasi ekspor, Indonesia berisiko kembali mencatat defisit perdagangan yang dapat memperlebar defisit transaksi berjalan (CAD). Ia memperkirakan CAD meningkat menjadi 1%-2% terhadap PDB.

Source:

Other Article

Liputan 6

Published at

1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam

Bisnis Indonesia

Published at

10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi

IDX Channel.com

Published at

10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?

METRO

Published at

10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia

CNBC Indonesia

Published at

10 Perusahaan Tambang RI Paling Tajir Melintir, Cuannya Gak Masuk Akal

Secretariat's Address.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Secretariat's Email.

secretariat@apbi-icma.org

admin@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Website created by

Secretariat's Address.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Secretariat's Email.

secretariat@apbi-icma.org

admin@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Website created by

Secretariat's Address.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Secretariat's Email.

secretariat@apbi-icma.org

admin@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Website created by