CNBC INDONESIA

Published at

Tak Cuma DME, Bahlil Bakal Gencarkan Proyek Gas CNG Pengganti LPG

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada pengembangan hilirisasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) sebagai substitusi Liquefied Petroleum Gas (LPG).

Menurut dia, pemerintah saat ini juga akan mulai mendorong penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai alternatif energi rumah tangga.

"Sekarang kita mulai buat bikin DME sekarang, kemarin sudah diletakkan batu pertamanya jalan. Kita bikin di Muara Enim. Tapi setelah itu saya pikir ini dua tahun maka kemudian muncullah ide untuk kita bikin CNG," ujar Bahlil dalam acara Sinergi Alumni IPB untuk Bangsa, Sabtu (2/5/2026).

Bahlil mengatakan, CNG merupakan gas yang berbeda dengan LPG, namun memiliki fungsi serupa sebagai sumber energi. Adapun, pemanfaatan CNG saat ini sudah mulai digunakan di sektor komersial seperti hotel dan restoran.

"CNG ini adalah sama juga gas tapi dia bukan LPG dan sekarang sudah dipakai untuk hotel restoran dan beberapa MBG-MBG. Tetapi untuk yang 3 kilo gramnya ini baru mau dibuat. Ya kita mau dan ini cost-nya lebih murah 30 sampai 40 persen Pak Rektor," katanya.

Sebagaimana diketahui, Presiden Prabowo Subianto pada Rabu, 29 April 2026 lalu telah meresmikan awal pembangunan atau groundbreaking 13 proyek hilirisasi tahap II dengan total nilai investasi sebesar Rp 116 triliun di Cilacap, Jawa Tengah.

Adapun salah satu proyek yang diresmikan tersebut yaitu proyek hilirisasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) di Tanjung Enim, Sumatra Selatan.

Proyek DME ini digarap bersama oleh tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini, yakni Holding BUMN Pertambangan MIND ID, PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan PT Pertamina (Persero).

Proyek ini akan mengolah 7 juta ton batu bara menjadi 1,4 juta ton DME atau setara 1 juta ton LPG per tahun.

Ini artinya, proyek hilirisasi batu bara menjadi DME ini akan berkontribusi pada pengurangan impor LPG sekitar 1 juta ton per tahun. Seperti diketahui, Indonesia selama ini masih mengimpor sekitar 1 juta ton LPG per tahunnya.

Produk DME nantinya akan diserap oleh Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga. Faslitas ini akan memanfaatkan batu bara yang diolah nantinya merupakan jenis batu bara kalori rendah atau low rank yang selama ini belum termanfaatkan secara optimal, sementara ketersediaannya di Indonesia cukup melimpah.

Source:

Other Article

Liputan 6

Published at

1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam

Bisnis Indonesia

Published at

10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi

IDX Channel.com

Published at

10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?

METRO

Published at

10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia

CNBC Indonesia

Published at

10 Perusahaan Tambang RI Paling Tajir Melintir, Cuannya Gak Masuk Akal

Secretariat's Address.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Secretariat's Email.

secretariat@apbi-icma.org

admin@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Website created by

Secretariat's Address.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Secretariat's Email.

secretariat@apbi-icma.org

admin@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Website created by

Secretariat's Address.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Secretariat's Email.

secretariat@apbi-icma.org

admin@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Website created by