BLOOMBERG TECHNOZ
Published at
Sumber Pembangkit Listrik Terbesar di China, PLTS Geser Batu Bara
Bloomberg, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) akan segera melampaui batu bara sebagai sumber kapasitas pembangkit listrik terbesar di China. Hal ini menandai tonggak penting dalam pengembangan energi terbarukan yang pesat di negara tersebut.
Tongkat estafet akan diserahkan pada suatu titik di kuartal ketiga tahun ini, kata Dewan Kelistrikan China dalam laporan setengah tahunnya pada Kamis malam. Hal ini mungkin suda terjadi—pada akhir Juni, kapasitas energi surya sebesar 1.274 gigawatt hampir menyamai kapasitas batu bara sebesar 1.275 gigawatt, kata para pejabat Administrasi Energi Nasional dalam konferensi pers pada Kamis.
Total kapasitas pembangkit yang terpasang diperkirakan akan mencapai 4.300 gigawatt pada akhir 2025, di mana tenaga surya dan angin menyumbang sekitar setengah dari total tersebut, demikian disampaikan dewan tersebut dalam proyeksi industri listrik terbarunya. Pangsa tenaga termal diproyeksikan akan turun lebih lanjut menjadi 31%.
Pencapaian penting di bidang energi surya ini terjadi meski laju instalasi energi terbarukan di China yang sebelumnya memecahkan rekor telah melambat secara signifikan tahun ini, setelah perubahan kebijakan mengakhiri jaminan pendapatan bagi proyek-proyek tenaga angin dan surya.
Negara ini menambah 72 gigawatt tenaga surya pada paruh pertama tahun 2026, setelah sebelumnya menambah 93 gigawatt hanya pada Mei 2025, bulan terakhir sebelum kebijakan baru tersebut berlaku.
Instalasi diperkirakan akan pulih, di mana China siap menambah kapasitas pembangkit baru sebesar 240 gigawatt pada paruh kedua tahun ini, meningkat 50% dibandingkan paruh pertama.
Analis JPMorgan, termasuk Alan Hon, juga menyatakan mereka memperkirakan kebangkitan pada paruh kedua, sejalan dengan siklus musiman khas sektor ini, menurut catatan riset.
Ekspansi energi terbarukan yang sangat pesat ini juga memperlihatkan tekanan pada jaringan listrik China. Semakin banyak proyek tenaga angin dan surya yang terpaksa membatasi produksi karena jaringan listrik tidak mampu menyerap seluruh daya yang mereka hasilkan.
Tingkat pemanfaatan tenaga surya turun menjadi 91,4% pada paruh pertama tahun ini, menurut Badan Administrasi Energi Nasional, melemah dari 94,3% pada tahun sebelumnya.
Source:
Other Article
Liputan 6
Published at
1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam
Bisnis Indonesia
Published at
10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi
IDX Channel.com
Published at
10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?
METRO
Published at
10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia
CNBC Indonesia
Published at