Bloomberg Technoz
Published at
January 26, 2026 at 12:00 AM
Strategi Adaro (AADI) Hadapi Potensi Tekanan Harga Batu Bara
Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) mengungkapkan sejumlah strategi dalam menghadapi tantangan yang membuat potensi fluktuasi harga komoditas batu bara saat ini.
Direktur AADI Priyadi mengatakan, strategi tersebut dilakukan dengan upaya optimalisasi stripping ratio atau memaksimalkan penambangan bijih, termasuk pada pengangkutan atau hauling.
"Yang kita buat sekonsisten mungkin supaya operasi kita tidak fluktuatif. Ini juga tentunya akan berpengaruh terhadap cadangan perusahaan atau cadangan nasional itu sendiri," ujarnya dalam acara Indonesia Mining Weekend di Jakarta, Sabtu (24/1/2026).
Priyadi mengakui jika pelemahan harga batu bara belakangan masih disebabkan oleh peralihan energi fosil atau kotor ke energi yang lebih bersih.
Hal itu, kata dia, berdampak pada pengurangan penggunaan batu bara sebagai energi utama tersebut. Di sisi lain, batu bara saat ini juga masih dihadapi oleh kelebihan pasokan atau oversupply.
"Ada juga faktor peraturan pemerintah yang dinamis, tidak hanya di Kementerian ESDM maupun lembaga lainnya seperti Kementerian Keuangan sampai Kehutanan," tutur dia.
"Ini menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan industri tambang."
Harga batu bara saat ini memang tercatat mengalami kenaikan sejak awal tahun 2026. Per Kamis (22/1/2026), harga batu bara di pasar ICE Newcastle untuk kontrak pengiriman bulan mendatang ditutup di US$ 109,55/ton. Menguat 0,18% dibandingkan hari sebelumnya.
Hal ini dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan ditengah cuaca buruk yang terjadi diberbagai negara belahan dunia.
Bloomberg News memberitakan, pemerintah AS meminta para operator jaringan listrik untuk beralih ke sumber energi cadangan menghadapi badai musim dingin. Tanpa sumber energi cadangan, AS terancam mengalami pemadaman listrik massal alias blackout.
AS memiliki cadangan listrik 35 gigawatt yang belum terpakai. “Pemerintah memastikan bahwa jika bangsa membutuhkan, maka listrik akan tersedia,” tegas Menteri Energi AS Chris Wright.
Gas alam masih menjadi penyumbang terbesar dalam bauran energi (energy mix) di Negeri Paman Sam, dengan porsi 40%. Disusul oleh energi baru-terbarukan (24%).
Batu bara hanya menyumbang sekitar 17% dari pembangkitan energi di AS. Namun dengan diaktifkannya sumber cadangan, maka batu bara akan memainkan peran yang lebih besar.
Source:
Other Article
Liputan 6
Published at
1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam
Bisnis Indonesia
Published at
10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi
IDX Channel.com
Published at
10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?
METRO
Published at
10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia
CNBC Indonesia
Published at