KORAN MANADO
Published at
April 24, 2026 at 12:00 AM
Saham PTBA Menguat saat Perseroan Prioritaskan Ekspansi Proyek Strategis
Harga saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) ditutup melonjak 3,09 persen ke level Rp 3.000 pada perdagangan Rabu (22/4/2026) seiring masuknya modal asing. Penguatan ini terjadi ketika manajemen memberikan sinyal untuk mengutamakan penggunaan arus kas perusahaan pada pengembangan proyek infrastruktur jangka panjang.
Volume perdagangan emiten Grup MIND ID ini menyentuh angka 26,32 juta lembar saham dengan total nilai transaksi mencapai Rp 78,16 miliar. Menurut data bursa, investor asing membukukan aksi beli bersih (net buy) senilai Rp 21,37 miliar pada hari yang sama.
Akumulasi asing pada saham PTBA terlihat konsisten dalam beberapa waktu terakhir. Tercatat net buy asing sebesar Rp 25,22 miliar pada hari sebelumnya, dengan total akumulasi mencapai Rp 888,05 miliar dalam periode tiga bulan terakhir.
Analis CGS International Sekuritas merekomendasikan beli spekulatif untuk perdagangan Kamis (23/4/2026) dengan target harga jangka pendek di kisaran 3.060 hingga 3.120. Batas penghentian kerugian disarankan berada di bawah level 2.880, sementara dukungan kuat terlihat di posisi 2.940.
Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail, mengindikasikan adanya pergeseran prioritas alokasi dana internal untuk mendukung ekspansi proyek strategis tahun ini. Hal ini menjadi perhatian investor mengingat PTBA biasanya memiliki rasio pembayaran dividen sebesar 75 persen dalam dua tahun terakhir.
"Mengenai besarannya yaitu ranahnya pemegang saham. Tapi, ancar-ancarnya kami berharap, apapun keputusan dari pemegang saham tentunya kami ikuti," kata Arsal Ismail, Direktur Utama PTBA dilansir dari Investor Daily.
Dana internal perusahaan saat ini difokuskan untuk membiayai pembangunan PLTU berkapasitas 1,25 GW di Mempawah dan reaktivasi Tambang Ombilin di Sumatra Barat. Perusahaan telah mengucurkan belanja modal sebesar Rp 4,55 triliun untuk berbagai proyek infrastruktur, termasuk angkutan kereta api Tanjung Enim-Kramasan.
Berdasarkan laporan tahun buku 2025, PTBA meraih laba bersih sebesar Rp 2,93 triliun dengan EBITDA senilai Rp 6,08 triliun. Meskipun harga komoditas global tertekan, arus kas operasi perseroan mengalami pemulihan sebesar 24 persen menjadi Rp 6,26 triliun.
Untuk tahun buku 2026, perseroan menetapkan target operasional produksi dan penjualan sebesar 49,5 juta ton. Manajemen fokus pada strategi kepemimpinan biaya melalui penambangan selektif dan optimasi rantai pasok guna menjaga daya saing di pasar energi.
Source:
Other Article
Liputan 6
Published at
1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam
Bisnis Indonesia
Published at
10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi
IDX Channel.com
Published at
10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?
METRO
Published at
10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia
CNBC Indonesia
Published at