Warta Ekonomi
Published at
RMKE Amankan Rantai Pasok Batubara Lewat Sinergi dengan Kodam II Sriwijaya
Warta Ekonomi, Jakarta - PT RMK Energy Tbk (RMKE) menandatangani perjanjian kerja sama strategis dengan Komando Daerah Militer (Kodam) II/Sriwijaya untuk memperkuat stabilitas keamanan dan keberlanjutan operasional perusahaan di wilayah Sumatera Selatan. Kesepakatan ini mencakup dukungan pembinaan teritorial dan pengamanan TNI di seluruh area operasi RMKE guna meminimalkan risiko gangguan operasional.
Perjanjian tersebut menitikberatkan pada pengamanan aset vital perusahaan, mitigasi risiko sosial di sekitar wilayah operasi, serta peningkatan disiplin dan profesionalisme satuan pengamanan internal RMKE. Manajemen menilai stabilitas keamanan menjadi faktor kunci dalam menjaga kelancaran rantai pasok batubara dan pencapaian target operasional perseroan.
Direktur PT RMK Energy Tbk William Saputra mengatakan kerja sama ini menjadi langkah mitigasi risiko yang krusial bagi perseroan, khususnya dalam menjaga keamanan aset dan kelancaran rantai pasok batubara.
“Keamanan aset dan kelancaran rantai pasok batubara merupakan prioritas utama kami dalam menjaga kepercayaan pemegang saham dan mitra bisnis. Sinergi dengan Kodam II/Sriwijaya ini merupakan langkah mitigasi risiko yang krusial untuk mencegah potensi gangguan operasional, sekaligus memperkuat hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar melalui program pembinaan teritorial,” kata William.
Menurut William, perjanjian ini juga menegaskan komitmen RMKE terhadap kepatuhan dan tata kelola perusahaan yang baik, termasuk dalam mekanisme pembiayaan kerja sama yang dilakukan secara transparan.
“Dukungan dari Kodam II/Sriwijaya memberikan kepastian keamanan bagi rantai pasok batubara kami yang merupakan objek vital. Lebih dari itu, mekanisme pembiayaan yang transparan melalui rekening resmi institusi dan pelaporan berjenjang dalam perjanjian ini menegaskan bahwa RMKE menjalankan bisnis dengan prinsip kepatuhan yang ketat. Kami optimis ini akan meminimalisir risiko operasional (unplanned downtime) dan memaksimalkan nilai bagi pemegang saham,” jelasnya.
Asisten Operasi (Asops) Kasdam II/Sriwijaya Kolonel Inf Rony Fitriyanto menyatakan kolaborasi antara sektor swasta dan aparat keamanan negara diperlukan untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif.
“Kolaborasi yang transparan dan akuntabel merupakan bagian dari sinergi untuk mengimplementasikan pembinaan teritorial yang humanis kepada pengamanan internal perusahaan dan juga masyarakat sekitar agar tercipta iklim usaha yang kondusif dan pada akhirnya memberikan kontribusi peningkatan ekonomi negara,” ujar Kolonel Rony Fitriyanto.
Manajemen RMKE meyakini stabilitas keamanan yang terjaga akan berdampak langsung terhadap optimalisasi volume angkutan batubara. Dengan menekan potensi gangguan eksternal, perseroan menargetkan kelancaran operasional sepanjang tahun fiskal 2026 sejalan dengan sasaran pertumbuhan volume dan kinerja keuangan yang telah ditetapkan.
Source:
Other Article
Liputan 6
Published at
1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam
Bisnis Indonesia
Published at
10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi
IDX Channel.com
Published at
10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?
METRO
Published at
10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia
CNBC Indonesia
Published at