BISNIS INDONESIA

Published at

Raja Batu Bara Panen Dividen Bayan Resources (BYAN)

Bisnis.com, JAKARTA – Konglomerat yang mendapat julukan Raja Batu Bara bersiap menerima pembayaran dividen PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) 2026.

Agenda pembagian dividen Bayan Resources 2026 memasuki jadwal pembayaran pada Rabu (8/7/2026).

Bayan Resources akan membagikan dividen tunai senilai US$500 juta atau setara US$0,015 per saham dari laba tahun buku 2025.Dengan demikian, para pemegang saham BYAN diperkirakan menerima jatah Rp267,285 per lembar.

Keputusan pembagian dividen tersebut telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 10 Juni 2026.

Aksi korporasi Bayan Resources itu akan turut mengalir kepada salah satu orang terkaya di Indonesia, Low Tuck Kwong.

Pria yang mendapat julukan Raja Batu Bara itu tercatat memegang 13.412.921.870 lembar saham BYAN berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 5 Juni 2026.

Berangkat dari kepemilikan itu, jatah dividen yang diterima Low Tuck Kwong diperkirakan mencapai Rp3,5 triliun dari kinerja Bayan Resources tahun buku 2025.

Dalam catatan Bisnis, sebanyak empat dari tujuh orang terkaya Indonesia 2025 dari bisnis energi terafiliasi dengan emiten pertambangan batu bara Bayan Resources.

Forbes kembali merilis daftar 50 orang terkaya di Indonesia pada 2025. Untuk sektor energi, terdapat tujuh nama konglomerat Tanah Air.

Konglomerat yang terafiliasi dengan emiten pertambangan batu bara PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) mendominasi daftar orang terkaya di Indonesia pada 2025 dari sektor energi.

Dilansir dari Forbes Senin (15/12/2025), Low Tuck Kwong menjadi konglomerat dari sektor energi dengan total nilai kekayaan bersih atau net worth terbesar senilai US$24,9 miliar. Harta tersebut menempatkannya di posisi ke-4 daftar orang terkaya Indonesia pada 2025.

Forbes mencatat Low Tuck Kwong merupakan pendiri perusahaan pertambangan batu bara Bayan Resources. Selain itu, dia mengendalikan perusahaan energi terbarukan Singapura Metis Energy serta memiliki saham di The Farrer Park Company dan Samindo Resources.

Lonjakan kekayaan bersih Low Tuck Kwong terjadi pada 2023. Total net worth melesat dari US$3,7 miliar per akhir 2022 menjadi US$25,5 miliar.

Selanjutnya, ada nama Dewi Kam yang juga memiliki sumber harta dari Bayan Resources. Dia menempati posisi ke-17 daftar orang terkaya Indonesia 2025 dengan nilai kekayaan bersih US$4,3 miliar.

Forbes menyebut sebagian sumber cuan Dewi Kam berasal dari kepemilikannya di PT Bayan Resources Tbk. (BYAN).

Data laman Minerba One Data Indonesia (MODI) Kementerian ESDM, Dewi Kam merupakan pemegang saham dengan kepemilikan 99,56% di PT Sumber Suryadaya Prima. Entitas itu tercatat memegang 10% kepemilikan saham BYAN hingga 30 September 2025.

Tidak berhenti di situ, terdapat dua nama lain dalam daftar orang terkaya Indonesia 2025 yang terafiliasi dengan Bayan Resources yakni Jenny Quantero dan Engki Wibowo serta Lim Chai Hock.

Secara terperinci, Jenny Quantero dan Engki Wibowo yang menempati posisi ke-41 tercatat memiliki nilai kekayaan bersih US$1,4 miliar. Forbes mencatat keduanya membantu Low Tuck Kwong mendirikan Bayan Resources pada 2004 dan perusahaan ini melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2008.

Kemudian, Lim Chai Hock tercatat memiliki nilai kekayaan bersih US$1,3 miliar sehingga menempati posisi ke-43 daftar orang terkaya di Indonesia pada 2025. Forbes mencatat dia merupakan salah satu pendiri Bayan Resources yang masih mengisi sejumlah kursi direksi di grup tersebut.

Anggaran Capex Bayan Resources (BYAN)

Sementara itu, Bayan Resources mengalokasikan belanja modal sekitar US$200 juta—US$300 juta pada 2026 atau setara dengan Rp3,38 triliun—Rp5,07 triliun (kurs Rp16.916 per dolar AS).

Berdasarkan data perseroan, BYAN menggelontorkan belanja modal sebesar US$181,7 juta pada 2025. Nilai itu jauh di bawah anggaran capital expenditure (capex) yang dialokasikan perseroan sebesar US$399,2 juta pada tahun lalu.

“Belanja modal 2026 sekitar US$200 juta—US$300 juta,” tulis manajemen BYAN dalam pedoman yang dikutip Rabu (4/3/2026).

Selain pedoman capex, BYAN juga menjabarkan panduan untuk sejumlah indikator keuangan dan operasional pada 2026. Meski demikian, rentang target yang dibidik relatif lebar.

Pada 2026, BYAN membidik pendapatan sekitar US$1,8 miliar hingga US$3,8 miliar. Sebagai gambaran, Bayan Resources tercatat meraih pendapatan US$3,42 miliar atau melemah 0,55% dari US$3,44 miliar pada 2024.

Di sisi operasional, target volume produksi batu bara BYAN pada 2026 sekitar 39 juta hingga 76 juta ton dengan proyeksi volume penjualan batu bara di kisaran 39 juta hingga 78 juta ton.

BYAN memperkirakan rata-rata biaya tunai produksi batu bara sekitar US$36—US$42 per ton dan rasio pengupasan tanah 4,8 hingga 5,2 kali.

“Pedoman harga jual rata-rata pada 2026 sekitar US$46—US$48 per ton,” tulis manajemen BYAN.

Pada 2025, BYAN mencatat terjadinya pelemahan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) batu bara dari US$61,3 per ton pada 2024 menjadi US$48,4 per ton.

Adapun, volume penjualan batu bara BYAN melonjak 25,97% YoY dari 56,2 juta ton pada 2024 menjadi 70,8 juta ton sepanjang 2025. Pangsa pasar utama batu bara BYAN ialah China 32%, Indonesia 26%, Filipina 19%, India 8%, Malaysia dan Vietnam masing-masing 4%.

Penjualan itu ditopang oleh volume produksi batu bara yang meningkat menjadi 19,5% menjadi 68 juta ton pada 2025 dari sebelumnya 56,9 juta ton.

Source:

Other Article

Liputan 6

Published at

1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam

Bisnis Indonesia

Published at

10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi

IDX Channel.com

Published at

10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?

METRO

Published at

10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia

CNBC Indonesia

Published at

10 Perusahaan Tambang RI Paling Tajir Melintir, Cuannya Gak Masuk Akal

Secretariat's Address.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Secretariat's Email.

secretariat@apbi-icma.org

admin@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Website created by

Secretariat's Address.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Secretariat's Email.

secretariat@apbi-icma.org

admin@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Website created by

Secretariat's Address.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Secretariat's Email.

secretariat@apbi-icma.org

admin@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Website created by