READERS

Published at

PT Bukit Asam Alokasikan Belanja Modal Rp 3,6 Triliun Tahun 2026

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure sebesar Rp 3,6 triliun untuk tahun 2026 guna mendukung target operasional perusahaan. Dilansir dari Investor Daily, anggaran tersebut telah terserap sebanyak Rp 470 miliar hingga 31 Maret 2026 yang difokuskan pada pengembangan infrastruktur transportasi.

Mayoritas realisasi penggunaan dana belanja modal pada kuartal pertama tersebut dimanfaatkan untuk pengembangan angkutan batu bara relasi Tanjung Enim-Kramasan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat rantai pasok dan distribusi komoditas tambang ke pasar.

Perusahaan pelat merah ini juga melaporkan pertumbuhan performa keuangan yang signifikan dengan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 801,79 miliar. Angka tersebut menunjukkan lonjakan sebesar 105% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat senilai Rp 391,4 miliar.

Meskipun laba melonjak tajam, pendapatan PTBA mengalami penurunan tipis sebesar 0,29% secara tahunan menjadi Rp 9,93 triliun per kuartal I-2026. Penurunan beban pokok pendapatan sebesar 5,89% menjadi Rp 8,38 triliun menjadi faktor pendukung utama meningkatnya laba bruto perusahaan.

Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail menjelaskan bahwa efisiensi operasional menjadi kunci di tengah kendala cuaca yang terjadi di awal tahun 2026.

"Di tengah tantangan curah hujan yang tinggi pada awal tahun, perseroan mampu menjaga stabilitas penjualan melalui pengelolaan persediaan yang prudent, sekaligus melanjutkan disiplin efisiensi dan selective mining yang mendorong perbaikan struktur biaya," ujar Arsal Ismail, Direktur Utama PTBA.

Arsal menambahkan bahwa hasil positif pada laporan keuangan tahunan ini menjadi cerminan dari ketangguhan strategi operasional yang telah diterapkan oleh manajemen perusahaan.

"Hasilnya, perseroan membukukan pertumbuhan laba secara tahunan yang solid, yang merupakan bukti nyata dari ketahanan operasional dan efektivitas strategi yang kami jalankan," ujar Arsal Ismail, Direktur Utama PTBA.

Kenaikan laba usaha perusahaan tercatat melonjak dari Rp 442,81 miliar menjadi Rp 878,03 miliar pada tiga bulan pertama tahun ini. Kondisi ini diikuti dengan peningkatan ekuitas sebesar 5% menjadi Rp 23,67 triliun, meskipun total aset mengalami penurunan tipis sekitar 2% menjadi Rp 43,23 triliun.

Manajemen berhasil menekan total liabilitas sebesar 8% dari Rp 21,3 triliun pada akhir 2025 menjadi Rp 19,56 triliun. Penurunan kewajiban ini berkontribusi pada penguatan struktur permodalan perusahaan dalam menghadapi dinamika pasar batubara sepanjang tahun 2026.

Source:

Other Article

Liputan 6

Published at

1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam

Bisnis Indonesia

Published at

10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi

IDX Channel.com

Published at

10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?

METRO

Published at

10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia

CNBC Indonesia

Published at

10 Perusahaan Tambang RI Paling Tajir Melintir, Cuannya Gak Masuk Akal

Secretariat's Address.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Secretariat's Email.

secretariat@apbi-icma.org

admin@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Website created by

Secretariat's Address.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Secretariat's Email.

secretariat@apbi-icma.org

admin@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Website created by

Secretariat's Address.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Secretariat's Email.

secretariat@apbi-icma.org

admin@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Website created by