BISNIS INDONESIA
Published at
Proyek Sampah Pengganti Batu Bara Berulang Kali Kandas di Cirebon
Bisnis.com, CIREBON- Bupati Cirebon, Imron Rosyadi menyebutkan, Kabupaten Cirebon menerima tawaran investasi pengolahan sampah menjadi energi dari investor asing.
Namun, seperti sejumlah proposal sebelumnya, proyek yang digadang-gadang dapat mengurangi timbunan sampah sekaligus menggantikan sebagian penggunaan batu bara itu belum juga berujung pada realisasi.
Bupati Cirebon Imron Rosyadi mengungkapkan, investor terbaru yang menyatakan minat berasal dari Prancis. Perusahaan tersebut disebut telah memiliki pengalaman mengembangkan proyek serupa di Thailand dan menjadikan Indonesia sebagai lokasi pengembangan berikutnya.
Kabupaten Cirebon dipilih sebagai salah satu daerah yang dinilai memiliki potensi untuk menjadi proyek percontohan.
Meski demikian, hingga kini belum ada kepastian kapan proyek tersebut akan dimulai. Imron mengakui, Kabupaten Cirebon sudah beberapa kali menerima tawaran investasi serupa dalam beberapa tahun terakhir. Namun seluruhnya berhenti pada tahap penjajakan.
“Sudah ada banyak yang menawarkan, tapi akhirnya mereka mundur lagi,” kata Imron, Rabu (10/6/2026).
Imron mengatakan, situasi tersebut menunjukkan masih adanya kesenjangan antara tingginya minat investor dan kemampuan proyek untuk mencapai tahap konstruksi.
Padahal, kebutuhan akan fasilitas pengolahan sampah modern di Kabupaten Cirebon semakin mendesak seiring meningkatnya volume sampah rumah tangga dan keterbatasan kapasitas pengelolaan yang ada.
Investor yang datang umumnya menawarkan konsep waste-to-energy atau pengolahan sampah menjadi energi.
"Teknologi yang digunakan diklaim mampu mengubah sampah perkotaan menjadi sumber energi alternatif melalui proses termal, sekaligus mengurangi ketergantungan industri terhadap batu bara," tutur Imron.
Menurut Imron, konsep tersebut dinilai menarik karena menjawab dua persoalan sekaligus, yakni pengelolaan sampah dan transisi energi. Di tengah tekanan untuk mengurangi emisi karbon, teknologi pengolahan sampah menjadi energi juga mulai dilirik sebagai bagian dari strategi ekonomi hijau.
Namun, berbagai rencana investasi yang masuk ke Cirebon sejauh ini belum berhasil melewati tahap awal. Menurut Imron, salah satu hambatan utama adalah proses perizinan yang panjang dan melibatkan banyak lembaga.
Ia menilai investor asing kerap menghadapi ketidakpastian dalam proses administrasi dan regulasi. Di satu sisi pemerintah daerah berupaya memberikan kemudahan, tetapi di sisi lain terdapat berbagai ketentuan nasional yang harus dipenuhi sebelum proyek dapat berjalan.
"Kami ingin investasi ini berjalan, tapi harus sesuai regulasi. Kalau tidak, investor akhirnya mundur karena risiko terlalu tinggi," ujarnya.
Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Cirebon menyatakan tetap membuka peluang bagi investor yang serius mengembangkan teknologi pengolahan sampah.
Pemerintah berharap ada proyek yang mampu menembus berbagai hambatan regulasi sehingga dapat menjadi contoh pengembangan pengelolaan sampah modern di Indonesia.
"Kami terus membuka pintu bagi investor yang serius, dengan harapan proyek ini tidak hanya sebatas wacana," kata Imron.
Source:
Other Article
Liputan 6
Published at
1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam
Bisnis Indonesia
Published at
10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi
IDX Channel.com
Published at
10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?
METRO
Published at
10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia
CNBC Indonesia
Published at