Bloomberg Technoz

Published at

February 4, 2026 at 12:00 AM

Proposal Proyek PLTU Pecah Rekor di China, Meski Pemakaian Turun

Bloomberg, China menerima proposal terbanyak sepanjang sejarah untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga batu bara baru (PLTU) tahun lalu, meskipun pembangkit listrik dari bahan bakar fosil justru menurun seiring lonjakan energi bersih.

Proyek baru yang diusulkan serta proyek yang diaktifkan kembali mencapai 161 gigawatt pada 2025, menurut laporan bersama dari Centre for Research on Energy and Clean Air (CREA) dan Global Energy Monitor (GEM).

China juga meresmikan pengoperasian 78 gigawatt PLTU batu bara baru tahun lalu—yang merupakan jumlah tertinggi dalam satu dekade—serta memulai pembangunan 83 gigawatt tambahan, menurut laporan tersebut.

China merupakan pengguna batu bara terbesar di dunia. Pada 2025, kapasitas listrik berbasis batu bara yang berhasil dioperasikan China hanya dalam satu tahun setara dengan pembangunan India selama 10 tahun sebelumnya, temuan laporan tersebut menunjukkan.

Ledakan pembangunan ini menegaskan prioritas pemerintah untuk memastikan pasokan energi yang stabil, setelah negara itu terdampak serangkaian krisis kekurangan listrik pada 2021 dan 2022.

Pembangunan PLTU tersebut berlangsung bersamaan dengan gelombang besar proyek tenaga surya dan angin beserta sistem penyimpanan baterainya, yang lebih dari cukup untuk memenuhi pertumbuhan permintaan listrik.

Kondisi ini mendorong pembangkitan listrik termal mengalami penurunan pada tahun lalu untuk pertama kalinya dalam satu dekade.

“China membangun kapasitas batu bara jauh lebih cepat dibandingkan tingkat pemanfaatannya, sehingga tingkat utilisasi turun seiring melonjaknya tenaga angin dan surya,” kata Christine Shearer, analis riset di GEM.

“Risiko yang lebih besar adalah opportunity cost: setiap PLTU batu bara yang menganggur berarti modal yang tidak digunakan untuk membangun sistem listrik bersih dan fleksibel yang sesungguhnya bisa menjadikan China pemimpin dunia.”

Namun, fakta bahwa PLTU batu bara baru diajukan tidak berarti semuanya akan dibangun.

Pemerintah berencana mencapai puncak penggunaan batu bara pada 2026–2030, dan hanya 45 gigawatt izin yang diterbitkan tahun lalu—jumlah paling sedikit sejak 2021—menurut laporan tersebut.

Beijing ingin mengalihkan peran batu bara dari penyedia beban dasar (baseload) listrik menjadi penopang tenaga surya dan angin yang berfluktuasi sepanjang hari.

Badan perencanaan ekonomi pemerintah mengatakan pekan lalu bahwa mereka akan memperluas skema pembayaran kepada pembangkit listrik termal dan fasilitas penyimpanan energi agar siap siaga menyesuaikan produksi listrik sesuai kebutuhan.

Source:

Liputan 6

Published at

February 4, 2026 at 12:00 AM

2/4/26

1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam

Bisnis Indonesia

Published at

February 4, 2026 at 12:00 AM

2/4/26

10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi

IDX Channel.com

Published at

February 4, 2026 at 12:00 AM

2/4/26

10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?

METRO

Published at

February 4, 2026 at 12:00 AM

2/4/26

10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia

CNBC Indonesia

Published at

February 4, 2026 at 12:00 AM

2/4/26

10 Perusahaan Tambang RI Paling Tajir Melintir, Cuannya Gak Masuk Akal

Secretariat's Address.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Secretariat's Email.

secretariat@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Website created by

Secretariat's Address.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Secretariat's Email.

secretariat@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Website created by

Secretariat's Address.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Secretariat's Email.

secretariat@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Website created by