Bloomberg Technoz
Published at
Produksi Ditahan, PNBP Batu Bara & Nikel Capai Rp87 T per Agustus
Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan kinerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari komoditas nikel dan batu bara (mineral dan batu bara/minerba) telah mencapai Rp87 triliun hingga 31 Agustus 2026.
Direktur Jenderal Minerba Kementerian ESDM, Tri Winarno menjelaskan komoditas nikel menyumbang Rp21 triliun dari total penerimaan tersebut. Angka ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan perolehan PNBP nikel pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp10 triliun.
Sementara itu, komoditas batu bara memberikan kontribusi sebesar Rp66 triliun, naik dari capaian periode sama sebelumnya sejumlah Rp59 triliun.
"Untuk nikel, per 31 Agustus 2026 PNBP kita Rp21 triliun. Lalu batu bara per 31 Agustus 2026 sampai Rp66 triliun," ujarnya dalam Ulang Tahun ke-36 Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) di JIExpo Kemayoran, Kamis (10/9/2026).
Peningkatan penerimaan negara di tengah penurunan kuota produksi ini didorong oleh membaiknya harga beberapa komoditas tambang, termasuk nikel dan batu bara.
Tri menerangkan rata-rata produksi bulanan untuk komoditas batu bara pada 2026 mengalami penurunan menjadi 60 juta ton dari posisi 2025 yang mencapai 68 juta ton per bulan.
Meski volume produksi batu bara menyusut sekitar 8 juta ton secara bulanan, kontribusi sektor ini terhadap penerimaan negara justru mencatatkan lonjakan.
"Jadi secara produksi kita secara bulanan turun 8 juta, tapi secara PNBP kita naik Rp7 triliun. Artinya setiap tahun kita mengalami kenaikan Rp1 triliun dengan produksi turun 8 juta ton," katanya.
Lonjakan penerimaan dari sektor nikel juga terjadi di tengah penurunan volume produksi dari para pelaku usaha.
Tri mengungkap produksi nikel nasional tercatat mengalami penurunan sekitar 13 juta ton bijih (ore) pada periode Agustus 2026, tetapi tetap mampu menghasilkan setoran yang optimal bagi kas negara.
Hingga akhir Agustus 2026, penerimaan dari seluruh subsektor tambang berhasil menembus angka total Rp108 triliun.
Tri mengungkap torehan PNBP tersebut mengalami peningkatan signifikan dibandingkan dengan posisi Juli 2026 sebesar Rp92 triliun, sekaligus menunjukkan tren kenaikan yang kuat jika dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama pada tahun sebelumnya.
"Jadi artinya kalau misalnya kita lihat dengan adanya pengelolaan yang baik, dengan kita tidak jor-joran untuk produksi, itu nyatanya akan memberikan dampak yang positif kepada negara dan kita semua," tuturnya.
Capaian positif pada delapan bulan pertama 2026 ini makin mendekati total target perolehan PNBP minerba sepanjang tahun lalu. Sebagai pembanding, total realisasi PNBP dari subsektor minerba pada keseluruhan tahun 2025 tercatat mencapai Rp135,16 triliun.
Source:
Other Article
Liputan 6
Published at
1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam
Bisnis Indonesia
Published at
10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi
Bisnis Indonesia
Published at
10 Emiten Batu Bara dengan Laba Paling Jumbo Semester I/2026, AADI & BYAN Teratas
IDX Channel.com
Published at
10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?
METRO
Published at