Bisnis Indonesia
Published at
January 12, 2026 at 12:00 AM
Produksi Batu Bara Sumsel Turun 4,23% Tahun Lalu
Bisnis.com, PALEMBANG — Produksi komoditas batu bara di Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) menurun sepanjang tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Bidang Teknik dan Penerimaan Minerba Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumsel, Armaya Sentanu Pasek, mengatakan produksi batu bara Sumsel pada periode Januari hingga awal November 2025 mencapai 108 juta ton.
Capaian tersebut turun sekitar 4,23% dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang mencapai 113 juta ton.
“Realisasi ini baru sampai awal November dan masih bersifat sementara, dengan total produksi sekitar 108 juta ton,” kata Armaya, Jumat (9/1/2026).
Dia memerinci, penurunan produksi terjadi di sejumlah daerah penghasil batu bara. Di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), produksi tercatat 141 ribu ton, turun signifikan dibandingkan 2024 yang mencapai 901 ribu ton. Kabupaten Lahat juga mengalami penurunan dari 43 juta ton pada 2024 menjadi 36 juta ton pada 2025.
Sementara itu, produksi di Kabupaten Banyuasin turun menjadi 3,6 juta ton dari sebelumnya 4,8 juta ton. Untuk Kabupaten Muara Enim, produksi relatif stagnan dengan capaian sekitar 42 juta ton, sama seperti tahun sebelumnya.
Di sisi lain, beberapa daerah justru mencatatkan kenaikan produksi. Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) meningkat dari 901 ribu ton pada 2024 menjadi 972 ribu ton pada 2025. Kabupaten Musi Banyuasin naik dari 12 juta ton menjadi 14 juta ton, sedangkan Musi Rawas Utara meningkat dari 8,5 juta ton menjadi 9,4 juta ton.
“Namun data ini masih sementara karena belum seluruh perusahaan menyampaikan laporan produksi,” ujarnya.
Armaya menambahkan, produksi batu bara di Sumsel tidak seluruhnya ditujukan untuk ekspor. Berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 399.K/MB.01/MEM.B/2023, perusahaan tambang diwajibkan memenuhi kebutuhan pasar domestik melalui skema Domestic Market Obligation (DMO).
“Minimal [DMO] ya 25%, tetapi kalau memang mau untuk DMO semua tidak papa, yang tidak boleh kalau ekspor semua,” tutupnya.
Adapun realisasi penjualan batubara Sumsel untuk kebutuhan ekspor dan domestik pada periode Januari–November tercatat sebagai berikut:
Tahun 2025
Ekspor: 53 juta ton
DMO: 51 juta ton
Total: 104 juta ton
Tahun 2024
Ekspor: 61 juta ton
DMO: 50 juta ton
Total: 111 juta ton
Source:
Other Article
Liputan 6
Published at
1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam
Bisnis Indonesia
Published at
10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi
IDX Channel.com
Published at
10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?
METRO
Published at
10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia
CNBC Indonesia
Published at