Investor Daily

Published at

January 2, 2026 at 12:00 AM

Produksi Batu Bara 2025 Lampaui Target

JAKARTA, investor.id - Produksi batu bara 2025 melampaui target yang ditetapkan tahun ini sebesar 739 juta ton. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksikan volume batu bara tahun ini kurang dari 790 juta ton. Prognosa itu lebih rendah dibandingkan tingkat produksi batu bara tahun lalu yang mencapai 836 juta ton.

Adapun tingkat Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor pertambangan mineral dan batu bara tahun ini pun melesat dari target. PNBP Minerba diproyeksikan mencapai Rp 137,17 triliun atau sekitar 110% dari target yang ditetapkan sebesar Rp124,7 triliun. Prognosa PNBP Minerba 2025 itu turun tipis dibandingkan dengan realisasi PNBP tahun lalu yang sebesar Rp140,5 triliun.

Direktur Eksekutif Asosisasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) Gita Mahyarani mengamini produksi batu bara tahun ini akan melampaui target yang ditetapkan pemerintah. Ia memproyeksi produksi batu bara 2025 berada dikisaran 760 juta ton hingga 770 juta ton. “Tapi enggak melampaui banget. Ya sekitar 760 juta sampai 770 juta ton,” kata Gita kepada Investor Daily di Jakarta, Selasa (30/12/2025).

Sementara itu, Direktur Jenderal Mineral dan Batu bara Kementerian ESDM Tri Winarno menuturkan produksi batu bara tahun ini lebih rendah dibandingkan dengan volume yang dihasilkan tahun lalu sebanyak 836 juta ton. Ia memproyeksi produksi batu bara pada 2025 kurang dari 790 juta ton.

“Secara produksi, batu bara kita turun. Tahun kemarin sekitar 836 juta ton, tahun 2025 ini diproyeksikan tidak sampai 790 juta ton,” kata Tri dikutip dari kantor berita Antara.

Lebih lanjut Gita memproyeksikan jumlah batu bara yang dikirim ke luar negeri sekitar 500 juta ton. Proyeksi ini lebih rendah 10% dibandingkan dengan realisasi ekspor batu bara tahun lalu yang mencapai 555 juta ton. Besaran pasokan ke luar negeri ini mencerminkan permintaan batu bara global sedikit terkoreksi. Ia pun memproyeksikan kondisi pasar global tahun depan tidak jauh berbeda dengan tahun ini.

Volume produksi batu bara berkorelasi dengan tingkat PNBP Minerba. Tri Winarno menuturkan PNBP Minerba sudah melampaui target pada 15 Desember 2025. Ia memproyeksikan pundi-pundi negara hingga akhir tahun ini terkumpul sekitar Rp137,17 triliun. Adapun target PNBP yang ditetapkan tahun ini sebesar Rp124,7 triliun. “Pengujung tahun nantinya, kami harapkan capaian bisa 105–110% dari target yang ditetapkan,” ujarnya.

Tri mengungkapkan harga komoditas berfluktuasi sepanjang 2025. Terlebih, harga batu bara dan nikel mengalami tren penurunan. Ia membeberkan keberhasilan sektor minerba mencapai target PNBP disebabkan oleh kepatuhan perusahaan tambang yang semakin baik.

“Kondisi harga batu bara lesu, kemudian beberapa komoditas seperti nikel itu harganya juga nggak bergerak dari US$ 14–15 ribu/ton. Tapi, kami bisa membukukan [PNBP] itu,” tuturnya.

Sebagai gambaran, Harga Batu bara Acuan (HBA) kalori tinggi pada Januari 2025 ditetapkan Kementerian ESDM sebesar US$124,01/ton. Namun, pada akhir 2025 HBA kalori tinggi berada pada posisi US$100,81/ton atau turun sekitar 18,7%. Pergerakan harga batu bara kalori tinggi sempat berada di level terendah pada Juli 2025 yakni sebesar US$97,65/ton.

Sedangkan harga minera acuan (HMA) nikel pada Januari 2025 ditetapkan sebesar US$15.660/ton. Namun, pada Desember 2025 HMA nikel berada di level US$14.599/ton. Harga nikel sempat mencapai titik tertinggi sebesar US$16.126/ton pada April 2025.

Secara terpisah, Ketua Indonesian Mining & Energy Forum (IMEF) Singgih Widagdo menilai lesunya pasar batu bara global bukan siklus 10 tahunan. Langkah China dan India mengerem laju konsumsi impor bukan kali pertama terjadi. Namun ia menyebut pergerakan harga batu bara masih di level US$100 per ton hingga akhir tahun nanti. Berbeda dengan situasi pada 2014-2015 dengan harga batu bara di bawah US$70 per ton.

“Kalau kita kembali ke tahun 2014, pada sisi oversupply sama [dengan tahun ini]. Namun, pada sisi harga justru saat ini sampai di akhir tahun, diproyeksikan harga masih di kisaran sedikit di atas US$100. Sebaliknya, di 2014 sampai 2015 lebih mendekati ke US$70 bahkan di bawahnya,” kata Singgih kepada Investor Daily beberapa waktu lalu.

Source:

Liputan 6

Published at

January 2, 2026 at 12:00 AM

1/2/26

1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam

Bisnis Indonesia

Published at

January 2, 2026 at 12:00 AM

1/2/26

10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi

IDX Channel.com

Published at

January 2, 2026 at 12:00 AM

1/2/26

10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?

METRO

Published at

January 2, 2026 at 12:00 AM

1/2/26

10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia

CNBC Indonesia

Published at

January 2, 2026 at 12:00 AM

1/2/26

10 Perusahaan Tambang RI Paling Tajir Melintir, Cuannya Gak Masuk Akal

Secretariat's Address.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Secretariat's Email.

secretariat@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Website created by

Secretariat's Address.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Secretariat's Email.

secretariat@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Website created by

Secretariat's Address.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Secretariat's Email.

secretariat@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Website created by