Bloomberg Technoz

Published at

PR Kemenko Hilirisasi Transisi Energi PLTU Pendalaman Industri

Bloomberg Technoz, Jakarta - Energy Shift Institute (ESI) menyarankan Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi memasukkan fokus pembatasan pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbasis batu bara, serta membuat peta jalan pendalaman industri hilirisasi.

Managing Director ESI Putra Adhiguna menilai persoalan tersebut menjadi segelintir pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan oleh kementerian baru tersebut.

Dia menyatakan hilirisasi sangat erat kaitannya dengan PLTU, sehingga kementerian tersebut diharapkan dapat memastikan pembatasan ekspansi PLTU dan mendorong sektor industri di Indonesia agar digarap lebih hilir lagi.

"PR pertama adalah memastikan pembatasan ekspansi PLTU dan mengawal pendalaman industrialisasi yang riil, mengingat hanya 0,5% nikel Indonesia akan digunakan untuk pabrikan EV domestik," kata Putra kepada Bloomberg Technoz, Senin (5/10/2026).

"Penting untuk menunjukkan pembuktian target apa yang akan dikejar Menko baru," tegas Putra.

Secara umum, Putra meyakini kehadiran Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi bakal membantu percepatan hilirisasi dan transisi energi, sebab koordinasi lintas sektor dapat terpangkas.

Kendati begitu, dia mengingatkan perlu terdapat kejelasan tugas antara kementerian tersebut dengan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.

Putra juga khawatir posisi rangkap jabatan Bahlil Lahadalia di Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi serta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuat fokus menteri terpecah.

"Sebagai Kemenko yang membawahi dua sektor raksasa Indonesia penting untuk memastikan tata kelola berjalan baik terkoordinasi dengan Kemenkeu dan KLH, serta terbuka terhadap pengawasan BPK dan KPK," ungkap Putra.

Presiden Prabowo Subianto melantik Bahlil sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri ESDM pada Kamis (1/10/2026).

Usai dilantik, Bahlil menegaskan komitmennya untuk mengawal program strategis pemerintah yaitu mempercepat eksekusi program hilirisasi serta transisi energi yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo.

"Alhamdulillah hari ini saya dilantik sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus merangkap Menteri ESDM. Ini adalah amanah dan tanggung jawab negara yang harus saya emban dengan baik," ujar Bahlil kepada awak media.

Bahlil menjelaskan peran kementerian koordinator yang baru ini sangat vital untuk menyinkronkan pelaksanaan kebijakan di lapangan.

Ihwal lokasi operasional kerja, Bahlil menyampaikan bahwa untuk sementara waktu kegiatan kementerian koordinator akan berpusat di Kantor Kementerian ESDM sembari memantau perkembangan struktur organisasi.

"Kantor akan tetap di Kementerian ESDM sambil melihat perkembangan. Terlebih lagi, sekitar 90 persen fokus investasi hilirisasi berada di sektor ESDM," kata mantan Menteri Investasi/Kepala BKPM di era Presiden Joko Widodo tersebut.

Pada Semester I-2026, realisasi investasi hilirisasi mencatatkan angka Rp300,1 triliun, atau menyumbang 29,7% dari total realisasi investasi sebesar Rp1.010,6 triliun. Angka ini tumbuh 6,9% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Secara terperinci, penanaman modal asing (PMA) mendominasi capaian tersebut dengan nilai Rp212,8 triliun (70,9%), sementara penanaman modal dalam negeri (PMDN) menyumbang Rp87,3 triliun (29,1%).

Kontributor utama investasi di bidang hilirisasi ini di semester I-2026 ini dipimpin oleh sektor mineral yakni sebesar Rp 206 triliun yang terutama disumbang oleh komoditas nikel, bauksit dan tembaga.

Sementara, kontribusi dari sektor perkebunan dan kehutanan mencapai Rp54.4 triliun yang disumbang dari komoditas kelapa sawit sebesar Rp29,5 triliun dan kayu log sebesar Rp16,3 triliun

Komoditas minyak dan gas bumi berkontribusi terhadap hilirisasi sebesar Rp35,4 triliun kemudian sektor perikanan dan kelautan Rp3,8 triliun.

Adapun, lembaga riset energi yang berbasis di Inggris, Ember, memaparkan industri pengolahan nikel menjadi pengguna listrik captive terbesar di Indonesia pada 2025 dengan konsumsi lebih dari 81 terawatt hour (TWh), di mana lebih dari 94% pasokannya berasal dari PLTU.

Ember mencatat penggunaan listrik dari PLTU captive di industri pengolahan nikel Indonesia jauh lebih besar dibandingkan dengan sektor pulp dan kertas yang mencapai 22 TWh, serta kawasan industri multisektor sebesar 14 TWh.

Menyusul, industri aluminium juga mulai menunjukkan peningkatan ketergantungan terhadap PLTU captive. Ember mencatat PLTU batu bara captive untuk industri aluminium menghasilkan sekitar 12,2 TWh listrik pada 2025.

Secara keseluruhan, Ember mencatat produksi listrik PLTU batu bara captive di Indonesia telah setara sekitar 58% produksi listrik dari PLTU batu bara on grid.

Ember mencatat produksi listrik dari PLTU captive pada 2026 mencapai 134 TWh atau setara 58% produksi listrik PLTU batu bara yang terhubung ke sistem PLN sebesar 233 TWh.

Source:

Other Article

Liputan 6

Published at

1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam

Bisnis Indonesia

Published at

10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi

Bisnis Indonesia

Published at

10 Emiten Batu Bara dengan Laba Paling Jumbo Semester I/2026, AADI & BYAN Teratas

IDX Channel.com

Published at

10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?

METRO

Published at

10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia

Secretariat's Address.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Secretariat's Email.

secretariat@apbi-icma.org

admin@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Website created by

Secretariat's Address.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Secretariat's Email.

secretariat@apbi-icma.org

admin@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Website created by

Secretariat's Address.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Secretariat's Email.

secretariat@apbi-icma.org

admin@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Website created by