Bisnis Indonesia
Published at
April 6, 2026 at 12:00 AM
Pertumbuhan Batu Bara Menyusut, Ekonomi Kaltim Beralih ke Industri Pengolahan
Bisnis.com, BALIKPAPAN — Lanskap ekonomi Kalimantan Timur melanjutkan pergeseran pada kuartal IV/2025, seiring dengan makin berkurangnya pertumbuhan sektor pertambangan batu bara.
Pada pengujung tahun lalu, performa sektor industri pengolahan kembali melampaui pertambangan batu bara sebagai kontributor pertumbuhan tertinggi, meski secara struktural tambang masih menguasai sepertiga perekonomian daerah.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur Jajang Hermawan menyatakan fenomena ini mencerminkan transformasi ekonomi yang tengah berlangsung.
"Lapangan usaha industri pengolahan juga mengalami perbaikan kinerja didorong oleh peningkatan aktivitas pengolahan migas setelah kapasitas kilang meningkat pada triwulan IV 2025," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (1/4/2026).
Dia menambahkan, sektor industri pengolahan menyumbang andil pertumbuhan tertinggi sebesar 2,53% secara tahunan (year-on-year/yoy) dan melampaui seluruh sektor lain termasuk pertambangan yang hanya berkontribusi 0,21% yoy.
Namun secara pangsa Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), pertambangan masih memimpin dengan 33,19%, diikuti industri pengolahan sebesar 20,61%.
Di sisi lain, sektor pertambangan khususnya batu bara tumbuh moderat seiring lonjakan permintaan dari mitra dagang untuk memenuhi kebutuhan energi musim dingin.
Kemudian, sektor perdagangan besar dan eceran menempati posisi kedua dalam kontribusi pertumbuhan dengan 0,78% yoy, didorong oleh mobilitas masyarakat dan kunjungan wisata saat momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Pertanian, kehutanan, dan perikanan menyusul di urutan ketiga dengan andil 0,48% yoy.
Menariknya, sektor konstruksi justru mencatatkan kontraksi dengan andil negatif -0,25% yoy. Hal ini disebabkan normalisasi progres pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) setelah mengalami percepatan luar biasa pada tahun-tahun sebelumnya.
Adapun, BI mencatat lima lapangan usaha utama yang meliputi pertambangan, industri pengolahan, konstruksi, pertanian, dan perdagangan menguasai 82,88% dari total PDRB Kaltim.
Sisanya tersebar di 10 lapangan usaha lain yang secara agregat hanya berkontribusi 11,10% seperti sektor jasa keuangan dan asuransi yang turut mencatatkan andil kontraksi sebesar -0,11% yoy.
Source:
Other Article
Liputan 6
Published at
1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam
Bisnis Indonesia
Published at
10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi
IDX Channel.com
Published at
10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?
METRO
Published at
10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia
CNBC Indonesia
Published at