Bisnis Indonesia

Published at

January 14, 2026 at 12:00 AM

Pertama dalam 50 Tahun, Listrik dari Batu Bara Turun di China dan India

Bisnis.com, JAKARTA — Dua negara konsumen listrik berbasis batu bara terbesar di dunia, China dan India, melaporkan penurunan pembangkitan dari komoditas tersebut sepanjang 2025. Penurunan ini merupakan yang pertama kalinya dalam lebih dari 50 tahun.

Berdasarkan laporan terbaru, China dan India sama-sama mencatat penurunan produksi listrik dari pembangkit batu bara pada tahun lalu. Analis utama Centre for Research on Energy and Clean Air (CREA), Lauri Myllyvirta, menuliskan dalam Carbon Brief bahwa pembangkitan listrik berbasis batu bara di China turun 1,6%, sementara di India merosot 3%.

“Ini merupakan kali pertama kedua negara mengalami penurunan secara bersamaan sejak 1973, ketika dunia terdampak embargo minyak Arab,” tulis Myllyvirta, dikutip dari Bloomberg.

Penurunan ganda tersebut terjadi di tengah ekspansi energi terbarukan yang mencetak rekor di masing-masing negara. Di China, lonjakan besar kapasitas tenaga surya dan angin mampu memenuhi peningkatan konsumsi listrik yang pesat.

Sementara itu, di India, penurunan pembangkitan batu bara turut dipengaruhi oleh cuaca yang lebih sejuk serta melambatnya permintaan listrik secara struktural.

Meski demikian, belum dapat dipastikan apakah tren penurunan ini menandai titik balik jangka panjang atau sekadar bersifat sementara. Menurut Myllyvirta, China hanya perlu mempertahankan laju penambahan energi terbarukan untuk mendorong penurunan batu bara secara berkelanjutan.

Sebaliknya, India masih perlu mempercepat pembangunan pembangkit surya dan angin, yang menuntut investasi besar pada infrastruktur jaringan listrik guna mengakomodasi sumber energi yang bersifat intermiten.

Penurunan pembangkitan tersebut terjadi di tengah rencana ekspansi kapasitas pembangkit batu bara di kedua negara. Kondisi ini meningkatkan risiko rendahnya tingkat utilisasi pembangkit baru dan berpotensi memicu tekanan finansial bagi perusahaan listrik milik negara.

Di India, pada Januari lalu bahkan terjadi lonjakan kembali pembangkitan listrik batu bara seiring meningkatnya permintaan selama musim dingin dan turunnya produksi listrik bertenaga air.

“Meski masih banyak tantangan, penurunan produksi listrik batu bara di kedua negara ini menandai momen bersejarah yang berpotensi mendorong tercapainya puncak emisi global,” ujar Myllyvirta.

Source:

Liputan 6

Published at

January 14, 2026 at 12:00 AM

1/14/26

1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam

Bisnis Indonesia

Published at

January 14, 2026 at 12:00 AM

1/14/26

10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi

IDX Channel.com

Published at

January 14, 2026 at 12:00 AM

1/14/26

10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?

METRO

Published at

January 14, 2026 at 12:00 AM

1/14/26

10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia

CNBC Indonesia

Published at

January 14, 2026 at 12:00 AM

1/14/26

10 Perusahaan Tambang RI Paling Tajir Melintir, Cuannya Gak Masuk Akal

Secretariat's Address.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Secretariat's Email.

secretariat@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Website created by

Secretariat's Address.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Secretariat's Email.

secretariat@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Website created by

Secretariat's Address.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Secretariat's Email.

secretariat@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Website created by