CNBC INDONESIA

Published at

Perang Belum Berakhir, Begini Kinerja CPO dan Batubara Sepekan

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar komoditas agrikultur dan energi padat menunjukkan tren pergerakan yang berlawanan arah dengan instrumen pelindung nilai sepanjang pekan ketiga April 2026.
Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik pasca-kegagalan diplomasi Amerika Serikat dan Iran, harga Minyak Kelapa Sawit Mentah (CPO) dan batu bara justru mencatatkan fase koreksi.

Fenomena ini mengindikasikan bahwa pelaku pasar mulai memperhitungkan risiko pelemahan permintaan global yang diakibatkan oleh ancaman inflasi dan perlambatan aktivitas industri internasional.



Dinamika Harga Minyak Kelapa Sawit Mentah (CPO)

Pergerakan harga CPO di bursa derivatif menunjukkan tren penyesuaian yang konsisten selama sepekan. Memulai perdagangan pada Senin (13/4) di level 4.555 ringgit per ton, harga komoditas ini secara bertahap mengalami tekanan ke bawah.

Meskipun sempat terjadi stabilisasi di area 4.495 ringgit pada Kamis (16/4), aksi jual kembali mendominasi hingga harga ditutup melemah pada level 4.450 ringgit per ton pada akhir perdagangan Jumat (17/4).

Koreksi harga CPO ini merefleksikan respons langsung pasar terhadap kelancaran arus logistik internasional. Rencana deeskalasi konflik dan dibukanya kembali akses Selat Hormuz selama sepekan tersebut memberikan kepastian bagi distribusi logistik komoditas global.

Kondisi ini meredakan kekhawatiran akan terjadinya kelangkaan pasokan akibat hambatan pelayaran, sehingga pelaku pasar mencabut komponen premi risiko geopolitik yang sebelumnya menahan harga CPO di level tinggi.

Pergerakan Harga Batu Bara dan Normalisasi Pasokan

Tren pelemahan yang lebih signifikan tercatat pada komoditas batu bara. Pada awal pekan (13/4), harga batu bara masih memposisikan diri di level $132,05 per ton.

Namun, seiring dengan berjalannya rencana penurunan tensi militer dan optimisme terhadap pelonggaran logistik, harga energi padat ini terus merosot. Penurunan ini berlanjut hingga akhir perdagangan pekan, di mana batu bara ditutup pada angka $122,45 per ton pada Jumat (17/4).

Sebagai komoditas substitusi energi, harga batu bara sangat sensitif terhadap gangguan pasokan minyak bumi. Ketika ketegangan regional dilaporkan mereda dan jalur distribusi minyak mentah kembali beroperasi normal selama pekan lalu, kepanikan pasar terkait krisis pasokan energi global menyusut drastis.

Berkurangnya kepanikan ini mendorong likuidasi posisi beli di pasar berjangka, yang mengembalikan harga batu bara ke tingkat yang lebih wajar tanpa adanya beban premi risiko perang.

Foto: Aktivitas pertambangan batubara milik Bayan Resources di Tabang/Pakar, Kalimantan, Jumat (17/11/2023). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki).
Prospek Pasar Komoditas ke Depan

Penurunan harga CPO dan batu bara sepanjang pekan lalu mengkonfirmasi bahwa pergerakan komoditas industri sangat terikat pada kelancaran rantai pasok fisik.

Hilangnya premi risiko geopolitik di pasar telah memberikan ruang bagi harga komoditas untuk terkoreksi dan menemukan titik ekuilibrium yang baru.

Namun, dengan munculnya dinamika informasi baru kemarin (18/4/2026) mengenai Iran kembali melakukan blokade selat Hormuz, pelaku pasar diproyeksikan akan kembali menyesuaikan valuasi risiko pada pembukaan pasar awal pekan ini.

Arah pergerakan harga komoditas ke depan akan sangat bergantung pada stabilitas riil dari jalur logistik internasional dan kelanjutan negosiasi antarnegara yang hingga saat ini masuk bersifat abu-abu.

Source:

Other Article

Liputan 6

Published at

1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam

Bisnis Indonesia

Published at

10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi

IDX Channel.com

Published at

10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?

METRO

Published at

10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia

CNBC Indonesia

Published at

10 Perusahaan Tambang RI Paling Tajir Melintir, Cuannya Gak Masuk Akal

Secretariat's Address.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Secretariat's Email.

secretariat@apbi-icma.org

admin@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Website created by

Secretariat's Address.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Secretariat's Email.

secretariat@apbi-icma.org

admin@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Website created by

Secretariat's Address.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Secretariat's Email.

secretariat@apbi-icma.org

admin@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Website created by