BISNIS INDONESIA
Published at
Pasang Target Batu Bara Moderat, MBAP Perkuat Diversifikasi
Bisnis.com, JAKARTA — PT Mitrabara Adiperdana Tbk. (MBAP) menargetkan produksi batu bara yang moderat pada 2026 seiring dengan strategi memperkuat diversifikasi usaha di sektor energi terbarukan, jasa pertambangan, hingga agroindustri.
Direktur Utama Mitrabara Adiperdana Khoirudin mengatakan perseroan memandang prospek industri batu bara masih positif meski dibayangi dinamika harga komoditas dan transisi energi global. Pada 2026, MBAP mengincar produksi batu bara sebesar 1,05 juta ton dan penjualan 1,45 juta ton.
“Memasuki tahun 2026, perseroan memandang prospek usaha secara positif dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Fokus strategis perusahaan akan diarahkan pada peningkatan efisiensi operasional, optimalisasi kinerja anak usaha, pengembangan bisnis non-coal, serta penguatan sinergi antar lini usaha,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (21/5/2026).
Pada 2025, MBAP mencatat produksi batu bara mencapai 1,95 juta ton. Dari total penjualan, sekitar 44,93% dipasarkan di dalam negeri untuk memenuhi domestic market obligation (DMO), sedangkan sisanya diekspor ke Korea Selatan sebesar 25,61%, China 16,21%, Selandia Baru 9,83%, dan Jepang 3,43%.
Dari sisi kinerja keuangan, perseroan membukukan pendapatan sebesar US$164,87 juta dengan laba bersih US$1,37 juta sepanjang 2025.
Khoirudin menjelaskan, permintaan batu bara global diproyeksikan relatif stabil. Berdasarkan data International Energy Agency (IEA), kebutuhan batu bara dunia diperkirakan mencapai 8,78 miliar ton, sementara di Indonesia komoditas tersebut masih menjadi sumber energi strategis.
Namun demikian, perseroan mencermati sejumlah tantangan industri, mulai dari fluktuasi harga batu bara, kebijakan pemerintah terkait pembatasan produksi, penggunaan biodiesel, hingga aturan bea ekspor. Selain itu, perusahaan juga menilai adaptasi terhadap tren energi alternatif menjadi tantangan bagi industri pertambangan ke depan.
Untuk menopang pertumbuhan jangka panjang, MBAP terus memperkuat diversifikasi usaha melalui sejumlah anak usaha di luar bisnis batu bara termal.
Di sektor jasa pertambangan, anak usaha PT Mitra Muda Makmur (MMM) telah mengantongi Izin Usaha Jasa Pertambangan (IUJP) sejak 2023 dan fokus menyediakan layanan kontraktor tambang, mulai dari land clearing, overburden removal hingga pengangkutan batu bara.
Selain itu, PT Mitrajasa Sentosa Cemerlang (MJSC) yang berdiri pada 2024 telah mengolah 30 juta meter kubik air tambang melalui lini waste water treatment plant (WWTP) pada 2025. Perseroan juga mencatat aktivitas drilling & exploration mencapai total eksplorasi 9.000 meter.
Pada sektor energi baru terbarukan (EBT), MBAP memiliki PT Malinau Hijau Lestari (MHL) yang bergerak di bidang produksi biomassa wood pellet di Malinau, Kalimantan Utara. MHL mengelola perkebunan, nursery, dan pabrik produksi wood pellet untuk mendukung solusi energi biomassa berkelanjutan.
Perseroan juga mengembangkan bisnis energi surya melalui PT Masdar Mitra Solar Radiance, perusahaan patungan antara MBAP dan Masdar Indonesia Solar Holdings RSC Limited. Hingga 2025, kapasitas terpasang perusahaan mencapai 30,97 megawatt peak (MWp) dengan energi yang dihasilkan sebesar 26 gigawatt hour (GWh).
Sementara itu, di sektor agroindustri, PT Mitradelta Bahari Pratama (MBP) mengembangkan usaha budidaya udang vanamei sejak berdiri pada 2022.
Menurut Khoirudin, transformasi bisnis tersebut menjadi bagian dari strategi diversifikasi jangka panjang perseroan guna memperkuat ketahanan usaha sekaligus menangkap peluang pertumbuhan baru di luar bisnis batu bara termal.
Source:
Other Article
Liputan 6
Published at
1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam
Bisnis Indonesia
Published at
10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi
IDX Channel.com
Published at
10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?
METRO
Published at
10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia
CNBC Indonesia
Published at