ANTARA
Published at
Nilai devisa ekspor batu bara dari Aceh capai Rp3,11 triliun
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Aceh mencatat nilai devisa ekspor batu bara dari provinsi itu periode Januari hingga Mei 2026 mencapai Rp3,11 triliun.
"Berdasarkan data kepabeanan periode Januari hingga Mei 2026, akumulasi volume ekspor batu bara dari Aceh mencapai 5,38 juta ton dengan nilai devisa sebesar Rp3,11 triliun," kata Kepala Kantor Wilayah DJBC Aceh M Rizki Baidillah di Banda Aceh, Kamis.
Ia menyebutkan volume ekspor batu bara tersebut mencetak rekor tertinggi dalam lima tahun terakhir.
Pada periode yang sama 2025, volume ekspor batu bara dari Aceh mencapai 5,26 juta ton dengan nilai devisa sebesar Rp2,86 triliun. Serta pada 2024, volume ekspor batu bara dari Aceh sebesar 3,24 juta ton dengan nilai devisa Rp2.03 triliun.
Meski secara volume mencetak rekor tertinggi pada 2026, catatan kepabeanan menunjukkan nilai devisa tertinggi dalam lima tahun terakhir pada 2022. Pada periode yang sama 2022, volume ekspor batu bara sebanyak 3,74 juta ton dengan nilai devisa mencapai Rp3,31 triliun.
"Hal ini menjadi catatan tersendiri karena dipengaruhi fluktuasi tingginya harga acuan batu bara di pasar global pada saat itu. Pergerakan volume ekspor tersebut dipengaruhi dinamika aktivitas para pelaku usaha di lapangan," kata M Rizki Baidillah.
Ia menyebutkan eksportasi batu bara selama ini didominasi secara konsisten oleh dua entitas utama, yakni PT Mifa Bersaudara dan PT Bara Energi Lestari. Namun, pada periode tahun 2026, tercatat adanya dinamika baru dengan masuknya PT Media Djaya Bersama.
"Sajian data kepabeanan tersebut diharapkan menjadi referensi objektif bagi seluruh pemangku kepentingan. Informasi ini dapat menjadi bahan evaluasi bersama untuk memotret dinamika riil pertambangan dan merumuskan langkah strategis tata niaga serta pengembangan nilai tambah batu bara Aceh ke depannya," katanya.
M Rizki Baidillah menyatakan Kantor Wilayah DJBC Aceh berkomitmen penuh memberikan informasi secara periodik mengenai perkembangan ekspor dan impor suatu produk secara transparan kepada publik.
"Melalui penyajian data yang transparan serta pemetaan potensi ekonomi yang akurat, Kantor Wilayah DJBC Aceh berkomitmen untuk terus mengawal stabilitas ekonomi wilayah sekaligus memperkuat langkah nyata dalam mengakselerasi pencapaian predikat zona integritas wilayah birokrasi bersih dan melayani pada 2026," kata M Rizki Baidillah.
Source:
Other Article
Liputan 6
Published at
1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam
Bisnis Indonesia
Published at
10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi
IDX Channel.com
Published at
10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?
METRO
Published at
10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia
CNBC Indonesia
Published at