ANTARA
Published at
Kideco operasikan 18 truk listrik, hemat energi capai 50 persen
Balikpapan (ANTARA) - PT Kideco Jaya Agung mulai mengoperasikan 18 truk tambang listrik sebagai bagian dari implementasi sistem EV Mining di area tambang Kideco, Kalimantan Timur. Langkah ini diproyeksikan menekan konsumsi energi hingga 50 persen dan menurunkan biaya operasional sekitar 30 persen dibandingkan armada diesel.
Program EV Mining dijalankan bersama PT Energi Makmur Buana (invi), anak usaha Indika Energy yang mengembangkan teknologi elektrifikasi untuk sektor pertambangan. Operasi perdana dilakukan di stasiun penukaran baterai KM 35, yang menjadi pusat dukungan infrastruktur bagi armada truk listrik.
Direktur Utama invi, Alif Sasetyo, mengatakan implementasi truk listrik merupakan hasil uji coba yang dilakukan sejak 2024 dan melalui sejumlah penyempurnaan teknis.
“Pengoperasian truk listrik ini telah melalui sejumlah tahapan, mulai dari uji coba, pengumpulan dan analisis data operasional serta komersial, hingga penyempurnaan spesifikasi kendaraan dan infrastruktur pendukung,” ujar Alif.
Ia menambahkan bahwa peningkatan kapabilitas SDM dilakukan melalui pelatihan mekanik kendaraan listrik untuk memastikan kesiapan tim dalam pengoperasian dan pemeliharaan armada.
Direktur Utama Kideco, Kurnia Ariawan, menyebut penggunaan truk listrik sebagai bagian dari komitmen perusahaan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi emisi.
“Pengalaman dari proses trial hingga implementasi memberikan pembelajaran penting bagi kami dalam melihat bagaimana teknologi kendaraan listrik dapat diintegrasikan ke dalam kebutuhan operasional tambang secara bertahap dan terukur,” kata Kurnia.
Di tingkat grup, Direktur Utama dan Group CEO Indika Energy, Azis Armand, menegaskan bahwa elektrifikasi operasional tambang menjadi bagian dari strategi dekarbonisasi perusahaan.
“Implementasi di Kideco membuktikan bahwa elektrifikasi operasional tambang tidak hanya menurunkan emisi, tetapi juga memberikan nilai ekonomi yang nyata,” ujar Azis.
Tahap awal pengoperasian enam truk listrik pada Maret–Juli 2026 mencatat pengurangan emisi sekitar 370 ton CO. Dengan bertambahnya armada menjadi 18 unit dan dukungan tiga stasiun penukaran baterai, Kideco menargetkan peningkatan efisiensi energi dan pengurangan emisi secara lebih signifikan dalam periode operasional berikutnya.
Tambang Kideco berada di Kabupaten Paser, sekitar 160 kilometer dari Balikpapan atau perjalanan darat tiga jam lebih melalui poros selatan. Kawasan tambang yang membentang di sekitar Batu Kajang–Rantau Pulung ini menjadi salah satu pusat produksi batu bara terbesar di Kalimantan Timur. Lokasinya yang jauh dari pusat kota dan memiliki kontur perbukitan membuat efisiensi armada menjadi faktor penting dalam operasional harian.
Source:
Other Article
Liputan 6
Published at
1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam
Bisnis Indonesia
Published at
10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi
Bisnis Indonesia
Published at
10 Emiten Batu Bara dengan Laba Paling Jumbo Semester I/2026, AADI & BYAN Teratas
IDX Channel.com
Published at
10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?
METRO
Published at