KOMPAS
Published at
KAI Tambah Kapasitas Angkutan Batu Bara di Sumsel, Satu Rangkaian Muat 3.000 Ton
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mulai mengoperasikan KA Barapati Switching untuk memperkuat layanan logistik batu bara di Sumatera Selatan.
Kereta dengan relasi Tanjung Enim Baru, Kertapati pergi pulang (pp) itu mulai beroperasi pada 8 Juli 2026. Layanan tersebut mendukung distribusi batu bara milik PT Bukit Asam Tbk.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, KA Barapati Switching dihadirkan untuk meningkatkan efisiensi operasional melalui kapasitas angkut yang lebih besar dalam setiap perjalanan.
"KA Barapati Switching memperkuat efisiensi operasional karena mampu melayani muatan dalam jumlah besar melalui satu rangkaian," kata Anne dalam keterangan tertulis, Kamis (16/7/2026).
"Pengoperasian ini mendukung keteraturan perjalanan, optimalisasi sarana, serta kesinambungan distribusi batu bara dari Tanjung Enim," lanjut Anne.
Pada tahap awal, KA Barapati Switching dioperasikan menggunakan 55 gerbong datar yang ditarik satu lokomotif CC205.
Jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan KA Barapati reguler yang umumnya terdiri dari 32 sampai 33 gerbong.
KAI menggunakan gerbong datar tipe BM 54 yang memiliki kapasitas angkut hingga 54 ton per gerbong.
Dalam satu trainset yang terdiri dari 60 gerbong BM 54, kapasitas angkut mencapai 3.000 ton batu bara dalam satu perjalanan.
Kapasitas tersebut membuat konsolidasi muatan lebih optimal sekaligus meningkatkan pemanfaatan lokomotif, gerbong, jalur, dan waktu perjalanan.
"Semakin besar muatan yang dapat dilayani dalam satu perjalanan, semakin optimal juga pemanfaatan sarana dan jadwal operasi," jelas Anne.
"Efisiensi tersebut tetap dijalankan dengan memperhatikan kemampuan lintas, sistem pengereman, kekuatan rangkaian, kesiapan lokomotif, serta standar keselamatan perjalanan kereta api," katanya.
Dalam rencana operasional, KA Barapati Switching akan melayani relasi Tanjung Enim Baru, Kramasan pp.
Selama fasilitas Train Unloading Station di Kramasan masih disiapkan, perjalanan sementara dialihkan menuju Kertapati.
Proses pembongkaran batu bara dilakukan melalui fasilitas unloading alternatif agar distribusi tetap berjalan.
Pengoperasian layanan tersebut didukung pengadaan 1.125 gerbong datar BM 54.
Hingga pertengahan Juli 2026, sebanyak 1.080 gerbong telah berada di Palembang untuk mendukung layanan logistik di Sumatera Bagian Selatan.
Sebanyak 45 gerbong lainnya masih berada di fasilitas PT INKA di Banyuwangi dan akan dikirim secara bertahap.
KAI mencatat telah mengangkut 26,5 juta ton batu bara secara nasional sepanjang semester pertama 2026.
Menurut Anne, peningkatan kapasitas rangkaian akan membuat sistem logistik lebih efisien karena distribusi melalui kereta api mampu mengonsolidasikan muatan, menjaga ketepatan jadwal pengiriman, serta mengurangi kebutuhan angkutan truk di jalan raya.
"Pengoperasian KA Barapati Switching dan penambahan gerbong datar BM 54 memperkuat produktivitas layanan logistik KAI di Sumatra Selatan. Kami terus berkoordinasi dengan mitra agar peningkatan kapasitas dapat berjalan selaras dengan kesiapan sarana, prasarana, fasilitas bongkar muat, dan keselamatan operasi," tutup Anne.
Source:
Other Article
Liputan 6
Published at
1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam
Bisnis Indonesia
Published at
10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi
IDX Channel.com
Published at
10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?
METRO
Published at
10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia
CNBC Indonesia
Published at