KOMPAS
Published at
April 8, 2026 at 12:00 AM
Ini Daftar Pemenang Proper Emas 2026, Ada Perusahaan Tambang hingga Semen
JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) resmi mengumumkan perusahaan yang meraih penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (Proper) Emas 2026. Perusahaan pemenang bergerak di sektor minyak, tambang, farmasi, hingga industri semen.
Berikut daftar pemenang Proper Emas 2026:
PT Badak NGL
PT PLN Indonesia Power PLTGU Priok
PT Pertamina Patra Niaga - Integrated Terminal Jakarta
Star Energy Geothermal (Wayang Windu) Ltd
PT Pertamina Geothermal Energy Area Kamojang
PT PLN Indonesia Power PLTP Kamojang Darajat
PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero)
PT Pertamina Gas - Southern Sumatera Area
PT PLN Indonesia Power PLTP Gunung Salak
PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit VI Balongan
PT Aisin Indonesia
PT PLN Nusantara Power UP Muara Tawar
PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia - Karawang Plant
PT PLN Nusantara Power UP Cirata
PT Bio Farma (Persero)
PT PLN Indonesia Power PLTGU Grati
PT Pertamina Patra Niaga - Integrated Terminal Surabaya
PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit IV Cilacap
PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk
PT Pertamina Patra Niaga - Integrated Terminal Semarang
PT Polytama Propindo
PT PLN Nusantara Power UP Gresik
PT Bridgestone Tire Indonesia - Karawang
PT Pertamina Gas - Area Jawa Bagian Timur
PT PLN Indonesia Power PLTA Mrica
PT Kaltim Methanol Industri
PT Pertamina Gas - Area Kalimantan - SKG Bontang
PT PLN Indonesia Power PLTA Mrica Wonogiri
PT Timah Tbk - Pengolahan dan Peleburan Mentok
PT Pupuk Kaltim
PT PLN Nusantara Power UP Muara Karang
PT Pertamina Geothermal Energy Area Ulubelu
PT Indomakmur Sawit Berjaya
PT PLN Indonesia Power PLTG Borang
PT Perusahaan Gas Negara Tbk. - Stasiun Pagardewa
PT Adaro Indonesia
PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit III Plaju
PT. Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk. - Pabrik Citeureup
PT Mitra Stania Prima
Sebanyak 243 perusahaan lainnya mendapatkan Proper Hijau. Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) KLH, Rasio Ridho Sani menyampaikan Proper adalah program penilaian kinerja yang bertujuan meningkatkan kepatuhan perusahaan.
"Proper juga merupakan instrumen pengawasan dan pembinaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengelolaan Hidup yang menggunakan pendekatan public disclosure. Kami melakukan penilaian kinerja perusahaan, kemudian kami menyampaikan hasil penilaian kinerja ini kepada publik," ungkap Rasio dalam Anugerah Lingkungan Proper 2026, Selasa (7/4/2026).
Tahun ini, Proper memasuki tahun ke-30 sejak dimulai pada 1995 silam. Angka perusahaan yang dinilai meningkat 22 persen dibandingkan 2024 yang sebanyak 4.495 unit.
"Sekarang Proper menjadi 5.476 (perusahaan) yang berasal dari 299 sektor industri," ucap dia. KLH mencatat, setidaknya ada 72.000 perusahaan yang berdiri di Indonesia. Namun pengawasan kepatuhan melalui Proper bahkan belum mencapai setengah dari total tersebut.
"Kami akan mengembangkan, meningkatkan jumlah perusahaan-perusahaan yang akan kita nilai melalui proper dengan mengembangkan sistem yang kami sedangkan sistem berbasiskan artificial intelligence. Karena jumlahnya kalau sudah mencapai 10.000 tentu sistem kami harus lebih banyak lagi," beber Rasio.
Dari total perusahaan yang dievaluasi, sebanyak 2.437 perusahaan dinyatakan taat terhadap ketentuan lingkungan.
Namun, jumlah perusahaan yang tidak taat mencapai 2.886 unit. Selain itu, terdapat 153 perusahaan yang tercatat tidak beroperasi.
Source:
Other Article
Liputan 6
Published at
1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam
Bisnis Indonesia
Published at
10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi
IDX Channel.com
Published at
10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?
METRO
Published at
10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia
CNBC Indonesia
Published at