KONTAN

Published at

Industri Maritim Khawatirkan Dampak B50

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah resmi memberlakukan program wajib mencampur solar dengan minyak sawit sebesar 50% atau biodiesel B50 per 1 Juli 2026. Kebijakan yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto pekan lalu menjadikan Indonesia sebagai negara pertama di dunia yang menerapkan B50.

Pemerintah menyebut kebijakan bisa hemat devisa hingga Rp 170 triliun dan secara bertahap menghentikan impor solar. Pemerintah menegaskan, B50 aman untuk mesin diesel setelah melalui serangkaian pengujian. Kini ada perdebatan di masyarakat dan pelaku industri soal potensi kenaikan biaya produksi dan penyesuaian pada teknologi kendaraan.

Berdasarkan hasil uji coba oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) pada berbagai kendaraan diesel, penggunaan B50 terbukti aman dan tidak merusak mesin.

Uji coba mencapai jarak tempuh hingga 50.000 kilometer dan menunjukkan performa yang memuaskan. Tingkat keberhasilan uji coba mencapai 80%–90% dan memenuhi standar teknis kendaraan. B50 aman untuk mobil, truk, hingga bus.

Di sisi lain, penggunaan biodiesel di sektor maritim memantik tantangan baru bagi pelaku industri pelayaran. Sebab penyimpanan biodiesel dalam jangka waktu lama berpotensi menurunkan kualitas bahan bakar, yang pada akhirnya bisa memengaruhi kinerja mesin kapal dan meningkatkan kebutuhan perawatan.

Biodiesel yang disimpan terlalu lama bisa mengalami oksidasi, peningkatan kandungan air, pertumbuhan mikroba, hingga pembentukan endapan. Semua kondisi ini berisiko menyumbat filter bahan bakar dan meninggalkan deposit pada injektor, sehingga berpotensi mengganggu operasional kapal.

Head of Business Development Biochem PT Prasetia Dwidharma Ismy Agustin mengatakan, kualitas bahan bakar menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keandalan operasional armada di sektor maritim. Sementara penurunan kualitas biodiesel bisa berdampak terhadap sistem bahan bakar maupun performa mesin diesel.

Menurut Ismy, dalam industri maritim, bahan bakar merupakan salah satu komponen penting yang menentukan keandalan operasional.

"Biodiesel yang mengalami penurunan kualitas dapat memengaruhi sistem bahan bakar dan performa mesin," ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (19/7).

Source:

Other Article

Liputan 6

Published at

1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam

Bisnis Indonesia

Published at

10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi

IDX Channel.com

Published at

10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?

METRO

Published at

10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia

CNBC Indonesia

Published at

10 Perusahaan Tambang RI Paling Tajir Melintir, Cuannya Gak Masuk Akal

Secretariat's Address.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Secretariat's Email.

secretariat@apbi-icma.org

admin@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Website created by

Secretariat's Address.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Secretariat's Email.

secretariat@apbi-icma.org

admin@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Website created by

Secretariat's Address.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Secretariat's Email.

secretariat@apbi-icma.org

admin@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Website created by