Kontan
Published at
Impor Batubara China Turun 2% pada Agustus, Pasokan Domestik Mulai Stabil
KONTAN.CO.ID - Impor batubara China turun pada Agustus 2026 seiring membaiknya pasokan domestik setelah sebelumnya terganggu akibat penghentian produksi di sejumlah tambang untuk pemeriksaan keselamatan.
Melansir Reuters, data bea cukai China yang dirilis Selasa (8/9) menunjukkan, impor batubara mencapai 42,09 juta ton pada Agustus. Angka tersebut turun 2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Impor Agustus juga lebih rendah dibandingkan 43,73 juta ton pada Juli.
Analis Batubara LSEG Toby Hassall mengatakan, penurunan impor secara bulanan menunjukkan tekanan pasokan batubara domestik China mulai mereda.
"Penurunan moderat secara bulanan dalam volume impor menunjukkan bahwa keterbatasan pasokan batubara domestik China mulai agak mereda pada Agustus," ujar Hassall.
Berdasarkan data pelacakan kapal, impor China dari Australia dan Indonesia juga tercatat lebih rendah pada Agustus.
Pasokan domestik China mulai pulih
Sebelumnya, pasokan batubara domestik China mengalami tekanan setelah ledakan gas terjadi di tambang batubara Liushenyu, Shanxi, pada 22 Mei.
Insiden tersebut menewaskan 82 orang dan mendorong penghentian produksi di sejumlah tambang untuk menjalani pemeriksaan keselamatan.
Kondisi tersebut membuat pasokan domestik mengetat dan mendorong China meningkatkan ketergantungan terhadap impor batubara.
Namun, setelah proses pemeriksaan keselamatan berlangsung, tekanan pasokan mulai mereda pada Agustus. Hal tersebut tercermin dari penurunan impor batubara secara bulanan.
Meski demikian, secara kumulatif impor batubara China masih tumbuh.
Dalam tujuh bulan pertama 2026, impor batubara mencapai 310,19 juta ton, naik sekitar 3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pembangkit listrik batubara mulai tertekan
Dari sisi permintaan, konsumsi batubara China juga menghadapi tekanan akibat meningkatnya produksi listrik tenaga air.
Pembangkit listrik berbahan bakar fosil, yang sebagian besar menggunakan batubara, turun 3,5% secara tahunan pada Juli.
Penurunan tersebut menjadi yang pertama sepanjang tahun ini.
Curah hujan yang tinggi di wilayah barat daya China meningkatkan produksi pembangkit listrik tenaga air sehingga mengurangi kebutuhan pembangkit berbahan bakar fosil.
Data konsumsi pembangkit listrik China untuk Agustus dijadwalkan dirilis pada akhir bulan ini.
Perkembangan impor dan konsumsi batubara China menjadi perhatian pasar komoditas global karena China merupakan salah satu konsumen batubara terbesar dunia.
Penurunan impor dapat memberikan tekanan terhadap permintaan batubara dari negara eksportir, termasuk Indonesia dan Australia, terutama apabila produksi domestik China terus membaik dan pembangkit listrik tenaga air tetap kuat.
Source:
Other Article
Liputan 6
Published at
1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam
Bisnis Indonesia
Published at
10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi
Bisnis Indonesia
Published at
10 Emiten Batu Bara dengan Laba Paling Jumbo Semester I/2026, AADI & BYAN Teratas
IDX Channel.com
Published at
10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?
METRO
Published at