Investor Daily

Published at

February 5, 2026 at 12:00 AM

Harga Batu Bara Turun di Tengah Rencana RI Pangkas Produksi

JAKARTA, investor.id – Harga batu bara turun pada Selasa (3/2/2026), di tengah ketidakpastian pasokan setelah penambang Indonesia menghentikan ekspor spot menyusul rencana pemangkasan produksi besar-besaran oleh pemerintah.

Harga batu bara Newcastle untuk Januari 2026 turun US$ 1,3% ke level US$ 114,7 per ton. Sedangkan Februari 2026 jatuh US$ 1,5 menjadi US$ 115,1 per ton. Sementara itu, Maret 2026 terpangkas US$ 1,3 menjadi US$ 114,65 per ton.

Sementara itu, harga batu bara Rotterdam untuk Januari 2026 ambrol US$ 2,6 menjadi US$ 99,35. Sedangkan, Februari 2026 terkoreksi US$ 2,55 menjadi US$ 98,1. Sedangkan pada Maret 2026 jatuh US$ 2,15 menjadi US$ 97,75.

Dikutip dari Reuters, Sejumlah penambang batu bara Indonesia menghentikan ekspor batu bara spot setelah pemerintah mengusulkan pemangkasan produksi secara signifikan. Langkah ini membuat pembeli di Asia kesulitan memperoleh pasokan dari Indonesia, eksportir batu bara terbesar di dunia, menurut pelaku industri pada Selasa.

Bulan lalu, pemerintah Indonesia menetapkan kuota produksi baru bagi penambang besar yang lebih rendah 40% hingga 70% dibandingkan level 2025. Kebijakan ini merupakan bagian dari rencana pemangkasan produksi hampir seperempat guna mendongkrak harga batu bara. Namun, asosiasi industri utama menentang kebijakan tersebut dan memperingatkan potensi pemutusan hubungan kerja serta penutupan tambang.

“Produksi masih berjalan, tetapi tidak pada kapasitas penuh, dan pengiriman batu bara akan dibatasi hingga ada keputusan final terkait kuota pemerintah,” ujar Wakil Ketua Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI), H. Kristiono, kepada Reuters. Ia menambahkan bahwa saat ini tidak ada kargo spot yang ditawarkan.

Kontrak jangka panjang masih tetap dipenuhi, meski beberapa penambang mempertimbangkan pembatalan dengan alasan keadaan di luar perkiraan, kata Kristiono.

Usulan tersebut menjadi gangguan pasokan terbaru yang dipicu kebijakan pemerintah Indonesia, yang bertujuan meningkatkan penerimaan negara di tengah melemahnya permintaan dari pembeli utama seperti China dan India. Sebelumnya, larangan ekspor singkat pada 2022 sempat mendorong lonjakan tajam harga batu bara global.

Berdasarkan data Kpler, Indonesia menyumbang sekitar separuh dari total ekspor global batu bara pembangkit listrik sebesar 960 juta ton pada 2025. Saat ini, pemerintah tengah mempertimbangkan pemangkasan produksi sekitar 24% menjadi 600 juta ton, meskipun ekspor saja telah melampaui 510 juta ton tahun lalu.

Dorong Kenaikan Harga

Pelaku pasar memperkirakan pembatasan tersebut akan mendorong kenaikan harga dan memperketat pasokan.

Seorang pedagang batu bara asal India yang hadir dalam konferensi Coaltrans India di New Delhi mengatakan, kargo batu bara spot Indonesia tidak ditawarkan bahkan dengan premi US$ 1–2 per ton di atas harga saat ini.

Pedagang berbasis Singapura menilai pengiriman spot kecil kemungkinan kembali normal pada kuartal ini kecuali Indonesia melonggarkan pemangkasan produksi. Kedua pedagang tersebut menolak disebutkan namanya.

Harga batu bara Indonesia berkualitas rendah dengan nilai kalor 4.200 kcal/kg naik sekitar 7% pada Januari, menurut pedagang batu bara India, I-Energy Natural Resources, menyusul laporan rencana pemangkasan produksi pada awal bulan.

Batu bara berkualitas rendah mendominasi ekspor Indonesia. DBX Commodities yang berbasis di London memperkirakan harganya dapat melonjak 40% hingga 70% jika produksi dipangkas 20%. Sementara itu, harga batu bara berkualitas lebih tinggi diperkirakan naik 10% hingga 20%.

“Guncangan pasokan dari Indonesia mendorong kenaikan premi batu bara dari negara lain. Permintaan dari Jepang, China, dan Korea meningkat karena mereka mencari pasokan yang stabil,” ujar seorang pedagang batu bara dari perusahaan utilitas besar di Asia.

Meski demikian, pelaku industri menilai preferensi pembeli terhadap batu bara berkualitas lebih tinggi dari pemasok lain, serta permintaan yang masih lemah dari China dan India, berpotensi membatasi kenaikan harga yang terlalu tajam.

“Pembalikan kebijakan akibat tekanan tenaga kerja atau fiskal, perlambatan ekonomi China yang lebih dalam dari perkiraan, serta harga gas yang tetap rendah dapat meredam kenaikan harga batu bara,” kata CEO DBX Commodities, Alexandre Claude.

Direktur I-Energy Natural Resources, Vasudev Pamnani, memperkirakan akan terjadi guncangan pasokan dan harga dalam jangka pendek bagi pembeli di India.

“Namun jika pemangkasan berlanjut, India memiliki opsi untuk mendiversifikasi impor dari Rusia, Afrika Selatan, dan Mozambik,” ujarnya.

Source:

Liputan 6

Published at

February 5, 2026 at 12:00 AM

2/5/26

1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam

Bisnis Indonesia

Published at

February 5, 2026 at 12:00 AM

2/5/26

10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi

IDX Channel.com

Published at

February 5, 2026 at 12:00 AM

2/5/26

10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?

METRO

Published at

February 5, 2026 at 12:00 AM

2/5/26

10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia

CNBC Indonesia

Published at

February 5, 2026 at 12:00 AM

2/5/26

10 Perusahaan Tambang RI Paling Tajir Melintir, Cuannya Gak Masuk Akal

Secretariat's Address.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Secretariat's Email.

secretariat@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Website created by

Secretariat's Address.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Secretariat's Email.

secretariat@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Website created by

Secretariat's Address.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Secretariat's Email.

secretariat@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Website created by