BLOOMBERG TECHNOZ
Published at
Harga Batu Bara Turun 2 Hari Beruntun
Bloomberg Technoz, Jakarta - Harga batu bara jatuh pada perdagangan kemarin. Dengan begitu, harga si batu hitam genap turun dua hari beruntun.
Pada Rabu (6/5/2026), harga batu bara di pasar ICE Newcastle untuk kontrak pengiriman bulan mendatang ditutup di US$ 132,05/ton. Ambruk 1,75% dibandingkan hari sebelumnya dan menjadi yang terendah sejak 28 April atau sekira sepekan terakhir.
Harga batu bara pun resmi turun dua hari berturut-turut. Selama dua hari tersebut, harga terpangkas 2,58% secara point-to-point.
Harga energi dunia kompak turun dalam dua hari terakhir. Dalam periode tersebut, harga minyak brent juga terpotong 11,51%.
Penyebabnya adalah harapan akan perdamaian di Timur Tengah. Sebagaimana diwartakan Bloomberg News, Iran sedang mengevaluasi proposal baru dari Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri perang yang sudah berkecamuk sejak akhir Februari lalu.
Dalam cuitan di media sosial, Presiden AS Donald Trump mengungkapkan bahwa Washington akan segera mengakhiri operasi militer dan mencabut blokade di Selat Hormuz.
Apabila situasi di Timur Tengah sudah lebih kondusif, maka pasokan dan distribusi berbagai komoditas (termasuk energi) akan membaik. Dengan begitu, harga tidak lagi melambung tinggi, bisa lebih terkendali.
Analisis Teknikal
Jadi bagaimana proyeksi harga batu bara untuk hari ini, Kamis (7/6/2026)? Apakah akan terjadi koreksi tiga hari beruntun?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), batu bara tersangkut di zona bearish. Terbukti dengan Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 45.
RSI di bawah 50 menunjukkan suatu aset sedang dalam posisi bearish. Namun RSI batu bara belum jauh dari 50 sehingga bisa dibilang cenderung netral.
Sedangkan indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 15. Sudah di bawah 20, yang berarti tergolong jenuh jual (oversold).
Untuk perdagangan hari ini, harga batu bara sebenarnya berpeluang naik. Cermati pivot point di US$ 134/ton.
Dari situ, ada potensi harga komoditas ini merangsek ke US$ 135-136/ton. Target selanjutnya adalah US$ 139-140/ton.
Namun andai harga batu bara malah turun lagi, maka US$ 132/ton bisa menjadi support terdekat. Support berikutnya ada di US$ 131-128/ton.
Source:
Other Article
Liputan 6
Published at
1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam
Bisnis Indonesia
Published at
10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi
IDX Channel.com
Published at
10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?
METRO
Published at
10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia
CNBC Indonesia
Published at