Investor Daily

Published at

January 7, 2026 at 12:00 AM

Harga Batu Bara Tertekan, Permintaan Asia Lesu

JAKARTA, investor.id – Harga batu bara melemah pada Senin (5/1/2026), seiring tekanan permintaan Asia dan tingginya stok, meski harga acuan batu bara Indonesia memasuki awal 2026 justru mengalami kenaikan.

Harga batu bara Newcastle untuk Januari 2026 turun US$ 0,35% ke level US$ 106,2 per ton. Sedangkan Februari 2026 jatuh US$ 0,65 menjadi US$ 104,85 per ton. Sementara itu, Maret 2026 terpangkas US$ 0,2 menjadi US$ 104,8 per ton.

Sementara itu, harga batu bara Rotterdam untuk Januari 2026 melemah US$ 0,15 menjadi US$ 97,85. Sedangkan, Februari 2026 turun US$ 0,75 menjadi US$ 95,15. Sedangkan pada Maret 2026 terpangkas US$ 1,4 menjadi US$ 93,65.

Dikutip dari BigMint, total ekspor batu bara non-kokas Indonesia sepanjang tahun kalender 2025 (Januari–Desember) tercatat 364,6 juta ton, turun 7,8% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan 2024 yang mencapai 395,5 juta ton. Penurunan ini mencerminkan melemahnya permintaan regional Asia yang berlangsung hampir sepanjang tahun lalu.

Sebagian besar negara importir batu bara di Asia menurunkan pembelian sepanjang 2025 akibat tingginya stok, melambatnya aktivitas industri, serta strategi restocking yang lebih berhati-hati.

India, sebagai pembeli terbesar batu bara Indonesia, memangkas impor 7% yoy menjadi 95,4 juta ton. Penurunan ini terjadi karena pembangkit listrik di India lebih mengandalkan pasokan batu bara domestik.

Selain itu, musim hujan yang berkepanjangan tahun lalu meningkatkan produksi listrik tenaga air dan energi terbarukan, sehingga menekan pembangkit berbasis batu bara dan permintaan listrik secara keseluruhan.

Berbeda dengan tren tersebut, Malaysia justru mencatat kenaikan impor 1,7% yoy menjadi 24,4 juta ton. Sementara itu, impor batu bara Filipina turun 3,4% yoy menjadi 34 juta ton.

Permintaan dari kawasan Asia Timur Laut juga relatif lemah. Jepang mencatat penurunan impor 1,8% yoy menjadi 22,7 juta ton, seiring menurunnya konsumsi batu bara termal. Korea Selatan hanya membukukan kenaikan tipis 0,8% yoy dengan total impor 27,4 juta ton.

Penurunan paling tajam terjadi di China, dengan impor batu bara Indonesia anjlok 21% yoy menjadi 83,1 juta ton, dari 105 juta ton pada 2024. Penurunan ini didukung oleh produksi batu bara domestik China yang kuat serta pertumbuhan permintaan listrik yang lebih moderat.

Dari sisi pasokan, kinerja wilayah penghasil batu bara Indonesia menunjukkan tren yang beragam, dipengaruhi kendala logistik dan permintaan terhadap spesifikasi batu bara tertentu.

Harga Acuan RI

Memasuki awal 2026, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merevisi naik harga acuan batu bara termal untuk paruh pertama Januari 2026, mengindikasikan sentimen harga yang mulai membaik.

Harga acuan batu bara 6.322 kcal/kg GAR naik 2,5% menjadi US$ 103,3 per ton. Indeks 5.300 kcal/kg GAR meningkat 3,3% ke US$ 72,23 per ton.

Batu bara berkalori lebih rendah juga menguat, dengan harga 4.100 kcal/kg GAR menyentuh level tertinggi enam bulan di US$ 47,05 per ton, sementara indeks 3.400 kcal/kg GAR naik tipis ke US$ 35,13 per ton.

Di sisi kebijakan, pemerintah Indonesia hingga kini belum merampungkan skema bea keluar ekspor batu bara untuk 2026. Rencana awal tarif 1–5% yang dijadwalkan berlaku mulai Januari tertunda akibat penolakan dari pelaku usaha tambang.

Opsi terbaru mengusulkan struktur bertingkat 5–11% yang dikaitkan dengan harga batu bara global, namun masih dalam tahap kajian. Ketidakpastian ini meningkatkan risiko terhadap daya saing ekspor dan perencanaan produksi.

Ke depan, ekspor batu bara non-kokas Indonesia diperkirakan relatif stabil dalam jangka pendek, ditopang oleh harga acuan yang lebih kuat dan pemulihan permintaan secara selektif di Asia. Namun, tingginya stok di pasar utama, lemahnya minat beli dari China, serta ketidakjelasan kebijakan bea keluar diperkirakan akan membatasi potensi rebound yang signifikan.

Source:

Liputan 6

Published at

January 7, 2026 at 12:00 AM

1/7/26

1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam

Bisnis Indonesia

Published at

January 7, 2026 at 12:00 AM

1/7/26

10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi

IDX Channel.com

Published at

January 7, 2026 at 12:00 AM

1/7/26

10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?

METRO

Published at

January 7, 2026 at 12:00 AM

1/7/26

10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia

CNBC Indonesia

Published at

January 7, 2026 at 12:00 AM

1/7/26

10 Perusahaan Tambang RI Paling Tajir Melintir, Cuannya Gak Masuk Akal

Secretariat's Address.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Secretariat's Email.

secretariat@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Website created by

Secretariat's Address.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Secretariat's Email.

secretariat@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Website created by

Secretariat's Address.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Secretariat's Email.

secretariat@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Website created by