Bloomberg Technoz

Published at

January 27, 2026 at 12:00 AM

Harga Batu Bara Naik Minggu Lalu di Tengah Ancaman Blackout

Bloomberg Technoz, Jakarta - Harga batu bara turun pada perdagangan akhir pekan lalu. Sepanjang minggu, harga si batu hitam tidak terlalu banyak berubah.

Pada Jumat (23/1/2026), harga batu bara di pasar ICE Newcastle untuk kontrak pengiriman bulan mendatang ditutup di US$ 109/ton. Terpangkas 0,5% dibandingkan hari sebelumnya.

Harga batu bara bergerak fluktuatif sepanjang pekan lalu. Dalam sepekan, harga mencatat kenaikan terbatas 0,14% secara point-to-point.

Musim dingin di bumi belahan utara (northern hemisphere) menjadi katalis positif bagi harga batu bara. Peningkatan permintaan energi membuat batu bara kembali dilirik.

Bahkan di Amerika Serikat (AS). Bloomberg News mengabarkan, permintaan listrik di AS meningkat di tengah cuaca buruk. Tanpa pasokan energi cadangan, maka AS akan terancam mengalami pemadaman listrik massal alias blackout.

Akhir pekan lalu, Departemen Energi AS merilis aturan darurat untuk mempersilakan pembangkitan listrik secara maksimal. Termasuk pembangkit bertenaga batu bara.

Analisis Teknikal

Lalu bagaimana ‘ramalan’ harga batu bara untuk pekan ini? Apakah bisa naik lagi atau justru terkoreksi?

Secara teknikal dengan perspektif mingguan (weekly time frame), batu bara berada di zona bullish. Tercermin dengan Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 52.

RSI di atas 50 mengindikasikan suatu aset sedang berada di posisi bullish. Namun RSI batu bara belum jauh dari 50 sehingga bisa dikatakan cenderung netral.

Adapun indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 64. Menghuni area beli (long) yang kuat.

Kemudian indikator Average True Range (ATR) 14 hari ada di 2. Menunjukkan bahwa volatilitas harga batu bara pekan ini sepertinya tidak tinggi.

Untuk perdagangan minggu ini, harga batu bara masih menyimpan risiko koreksi. Target support terdekat adalah US$ 108/ton.

Cermati pivot point di US$ 107/ton. Dari sini, harga batu bara bisa saja mengetes support US$ 106-105/ton.

Namun andai harga batu bara bisa naik, maka US$ 110/ton bisa menjadi resisten terdekat. Resisten lanjutan ada di rentang US$ 112-113/ton dengan US$ 117/ton sebagai target paling optimistis.

Source:

Other Article

Liputan 6

Published at

January 27, 2026 at 12:00 AM

1/27/26

1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam

Bisnis Indonesia

Published at

January 27, 2026 at 12:00 AM

1/27/26

10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi

IDX Channel.com

Published at

January 27, 2026 at 12:00 AM

1/27/26

10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?

METRO

Published at

January 27, 2026 at 12:00 AM

1/27/26

10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia

CNBC Indonesia

Published at

January 27, 2026 at 12:00 AM

1/27/26

10 Perusahaan Tambang RI Paling Tajir Melintir, Cuannya Gak Masuk Akal

Secretariat's Address.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Secretariat's Email.

secretariat@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Website created by

Secretariat's Address.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Secretariat's Email.

secretariat@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Website created by

Secretariat's Address.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Secretariat's Email.

secretariat@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Website created by