Bloomberg Technoz
Published at
February 25, 2026 at 12:00 AM
Harga Batu Bara Naik 2 Hari Beruntun, Tapi Tak Banyak
Bloomberg Technoz, Jakarta - Harga batu bara naik pada perdagangan kemarin. Kini harga si batu hitam sudah naik dua hari beruntun, meski tidak terlalu signifikan.
Pada Senin (23/2/2026), harga batu bara di pasar ICE Newcastle untuk kontrak pengiriman bulan mendatang ditutup di US$ 116,5/ton. Naik 0,26% dibandingkan hari sebelumnya.
Dengan demikian, harga batu bara sudah naik dua hari beruntun. Selama dua hari tersebut, harga menguat terbatas 0,3% secara point-to-point.
Harga batu bara masih dekat dengan level US$ 117/ton, yang merupakan rekor tertinggi dalam lebih dari setahun terakhir. Sentimen positif sedang menaungi bahan bakar fosil ini.
Di China, pemerintahan Presiden XI Jinping menyetujui penambahan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) baru sebanyak 78 gigawatt sepanjang 2025. Ini adalah kenaikan tahunan tertinggi dalam satu dekade terakhir.
Sementara di Amerika Serikat (AS), pemerintahan Presiden Donald Trump mengalokasikan US$ 175 juta untuk pendanaan modernisasi enam PLTU. Trump juga menginstruksikan Kementerian Pertahanan untuk membeli listrik dari berbagai PLTU lainnya.
Berbagai kabar itu menjadi angin segar bagi batu bara. Sepanjang 2026 (year-to-date), harga batu bara naik 8,37%.
Analisis Teknikal
Lalu bagaimana proyeksi harga batu bara untuk hari ini, Selasa (24/2/2026)? Apakah akan terjadi kenaikan tiga hari berturut-turut?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), batu bara nyaman di zona bullish. Terbukti dengan Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 64. RSI di atas 50 menunjukkan suatu aset sedang dalam posisi bullish.
Sementara indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 2. Jauh di bawah 20, yang berarti sudah sangat jenuh jual (oversold).
Untuk perdagangan hari ini, harga batu bara sepertinya masih akan bergerak terbatas. Target support terdekat ada di US$ 114/ton. Jika tertembus, maka harga komoditas ini bisa mengetes rentang US$ 110-108/ton.
Adapun target resisten terdekat adalah US$ 118/ton. Penembusan di titik ini berpotensi mengangkat harga batu bara ke level US$ 120-122/ton.
Source:
Other Article
Liputan 6
Published at
1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam
Bisnis Indonesia
Published at
10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi
IDX Channel.com
Published at
10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?
METRO
Published at
10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia
CNBC Indonesia
Published at