Investor Daily
Published at
January 9, 2026 at 12:00 AM
Harga Batu Bara Melemah, India Nyaris Penuhi Kebutuhan Domestik
JAKARTA, investor.id – Harga batu bara melemah pada Rabu (7/1/2026). Pelemahan iini dipicu India mulai mengirim sinyal kuat perubahan arah kebijakan, setelah produksi batu bara nasionalnya hampir sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan domestik dan membuka peluang ekspor secara selektif.
Harga batu bara Newcastle untuk Januari 2026 melemah US$ 0,35% ke level US$ 106,9 per ton. Sedangkan Februari 2026 turun US$ 0,45 menjadi US$ 106,55 per ton. Sementara itu, Maret 2026 terpukul US$ 0,1 menjadi US$ 106,7 per ton.
Sementara itu, harga batu bara Rotterdam untuk Januari 2026 meningkat US$ 0,05 menjadi US$ 98,7. Sedangkan, Februari 2026 stabil di US$ 96,7. Sedangkan pada Maret 2026 turun US$ 0,1 menjadi US$ 94,85.
Dikutip dari EnergyWorld, India kian mendekati fase baru dalam sektor batu bara. Produksi batu bara nasional negara tersebut kini hampir sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan domestik, membuka peluang bagi India untuk mulai menjajaki ekspor batu bara secara selektif.
Menteri Batu Bara India G Kishan Reddy mengatakan, ketersediaan batu bara dalam negeri terus membaik seiring peningkatan kapasitas produksi, perbaikan kualitas, serta semakin kuatnya ketahanan rantai pasok.
“India berada di ambang kondisi di mana pasokan batu bara domestik semakin mampu memenuhi permintaan nasional. Ini memberi ruang bagi kami untuk mempertimbangkan ekspor secara terbatas, tanpa mengorbankan kebutuhan dalam negeri,” ujar Reddy.
Pernyataan tersebut disampaikan Reddy dalam forum Chintan Shivir selama dua hari yang digelar Kementerian Batu Bara India untuk mengevaluasi kinerja dan perkembangan sektor tersebut.
Transformasi India
Menurut Reddy, transformasi sektor batu bara India tidak lepas dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kapasitas produksi, kualitas batu bara, serta memperkuat ketahanan rantai pasok. Ia menegaskan, reformasi di sektor ini harus dijalankan secara seragam dan terstandarisasi di seluruh badan usaha milik negara (BUMN).
“Diperlukan praktik yang konsisten, tolok ukur yang jelas, serta hasil yang dapat diprediksi di seluruh perusahaan sektor publik,” tegasnya.
Selain itu, Reddy mendorong penyusunan rencana kerja yang fokus dan berbatas waktu untuk memaksimalkan pemanfaatan peralatan, meningkatkan produktivitas aset, serta menekan inefisiensi operasional.
Aspek keselamatan kerja juga menjadi perhatian utama. Reddy menekankan pentingnya penerapan standar keselamatan yang ketat, pengawasan yang diperkuat, serta akuntabilitas yang lebih tinggi, dengan target ambisius mencapai nol kecelakaan di seluruh area pertambangan batu bara.
Langkah-langkah ini dinilai menjadi fondasi penting bagi India dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus meningkatkan daya saing sektor batu baranya di pasar global.
Source:
Other Article
Liputan 6
Published at
1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam
Bisnis Indonesia
Published at
10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi
IDX Channel.com
Published at
10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?
METRO
Published at
10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia
CNBC Indonesia
Published at