investor.id

Published at

Harga Batu Bara Makin Panas, Pasokan Global Mulai Seret

JAKARTA, investor.id – Harga batu bara makin panas pada perdagangan Senin (5/10/2026), di tengah mengetatnya pasokan global dan meningkatnya permintaan.

Berdasarkan data perdagangan, harga batu bara Newcastle kontrak Oktober 2026 melonjak US$ 1,05 ke level US$ 150 per ton. Kontrak November 2026 melonjak US$ 1,5 ke level US$ 151,05 per ton, sedangkan kontrak Desember 2026 meningkat US$ 1,25 menjadi US$ 151,9 per ton.

Sementara itu, harga batu bara Rotterdam untuk kontrak Oktober 2026 mananjak US$ 0,7 menjadi US$ 143,85 per ton. Kontrak November 2026 melonjak US$ 2,2 menjadi US$ 145,1 per ton, sementara kontrak Desember 2026 menanjak US$ 1,9 menjadi US$ 143,85 per ton.

Dikutip dari Tradingview, harga batu bara berjangka bergerak menuju US$150 per ton dan mencapai level tertinggi dalam hampir empat bulan. Penguatan tersebut terjadi di tengah mengetatnya pasokan global dan permintaan yang lebih kuat.

Indonesia sebagai eksportir batu bara termal terbesar dunia melaporkan penurunan pengiriman sebesar 23% secara tahunan pada Agustus. Penurunan tersebut membuat ekspor batu bara Indonesia menjadi yang terendah untuk bulan Agustus dalam lima tahun terakhir.

Pengiriman yang melemah dipengaruhi kuota produksi pemerintah, ketidakpastian kebijakan, serta gangguan pengiriman akibat cuaca ekstrem yang berkaitan dengan El Niño.

Di sisi lain, permintaan batu bara global diperkirakan mencapai rekor tertinggi tahun ini. Gangguan pasokan gas yang berkaitan dengan perang Iran turut mendorong sejumlah negara meningkatkan penggunaan batu bara untuk pembangkit listrik.

International Energy Agency (IEA) dalam Coal Mid-Year Update 2026 menyebut lonjakan harga liquefied natural gas (LNG) akibat blokade Selat Hormuz mendorong sejumlah negara kembali meningkatkan ketergantungan pada pembangkit listrik berbahan bakar batu bara.

China, India, Jepang, Korea Selatan, serta sejumlah negara di Eropa termasuk di antara negara yang meningkatkan penggunaan batu bara sebagai respons terhadap tingginya harga LNG dan gangguan pasokan energi.

Kondisi tersebut menjadi sentimen positif bagi harga batu bara karena permintaan pembangkit listrik tetap kuat ketika pasokan gas menghadapi tekanan.

Source:

Other Article

Liputan 6

Published at

1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam

Bisnis Indonesia

Published at

10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi

Bisnis Indonesia

Published at

10 Emiten Batu Bara dengan Laba Paling Jumbo Semester I/2026, AADI & BYAN Teratas

IDX Channel.com

Published at

10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?

METRO

Published at

10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia

Secretariat's Address.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Secretariat's Email.

secretariat@apbi-icma.org

admin@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Website created by

Secretariat's Address.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Secretariat's Email.

secretariat@apbi-icma.org

admin@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Website created by

Secretariat's Address.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Secretariat's Email.

secretariat@apbi-icma.org

admin@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Website created by