Bloomberg Technoz

Published at

April 7, 2026 at 12:00 AM

ESDM: Persetujuan RKAB Batu Bara 2026 Telah Dekati 600 Juta Ton

Bloomberg Technoz, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengonfirmasi telah menyetujui hampir 600 juta ton kuota produksi batu bara nasional dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 per hari ini, Senin (6/4/2026).

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Tri Winarno mengatakan hanya tinggal segelintir perusahaan yang saat ini masih dalam tahap pelengkapan dokumen persyaratan.

"Dari 580 juta ton [RKAB yang telah disetujui] itu sudah bergerak, sudah mendekati hampir [600 juta ton], hampir selesai," ujar Tri kepada wartawan di kantor Kementerian ESDM, Senin (6/4/2026).

Relaksasi Kuota

Hanya saja, Tri menggarisbawahi pemerintah masih memiliki mekanisme lain seperti pemberian relaksasi kuota produksi kepada perusahaan apabila terjadi fluktuasi harga batu bara ke depan.

Kebijakan tersebut dilakukan guna menjaga keseimbangan antara penerimaan negara melalui royalti, keuntungan pengusaha, kebutuhan energi domestik, dan kestabilan harga pasar.

Namun, kata Tri, Ditjen Minerba hingga saat ini masih belum membahas dan memerinci mekanisme pemberian relaksasi terukur tersebut, yang juga akan berlaku kepada penambang nikel selain batu bara.

"Mekanismenya belum. Jadi enggak ngomong itu dulu kira-kira. Ini kan supply-demand. Begitu nanti suplainya over, ya pasti akan turun lag," kata dia.

Terkait dengan RKAB 2026 bagi perusahaan batu bara yang masih dalam proses persetujuan, Ditjen Minerba memastikan relaksasi produksi sebesar 25% dari target RKAB lama sudah tidak berlaku lagi.

"Sesuai regulasi, hanya sampai 31 Maret. [...] Jika tidak memiliki RKAB, mereka harus berhenti coal atau mineral getting ya," ujar sumber di lingkungan Ditjen Minerba yang tidak berkenan disebutkan namanya.

Kementerian ESDM sebelumnya berwacana memangkas target produksi batu bara pada tahun ini di dalam RKAB 2026. Produksi batu bara pada RKAB 2026 ditargetkan sekitar 600 juta ton, turun dari realisasi produksi pada 2025 sebanyak 790 juta ton.

Dalam kesempatan lain, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memang tengah mempertimbangkan untuk memberikan relaksasi yang terukur terhadap kuota produksi dua komoditas unggulan Indonesia tersebut.

Dia menegaskan Kementerian ESDM bisa saja memberikan relaksasi bagi penambang untuk mengajukan revisi kuota produksi secara terbatas, dengan syarat harga komoditas tersebut dalam kondisi stabil.

“Dalam rangka pengendalian supply and demand terhadap batu bara maupun nikel sampai dengan hari ini tidak ada perubahan kebijakan apa-apa dari Menteri ESDM," ujar Bahlil di Istana Presiden Jakarta, akhir Maret lalu.

"Kalau harganya stabil terus, bagus, kita akan bagaimana membuat relaksasi tetapi terukur terhadap perencanaan produksi. Jadi semuanya masih dalam batas-batas koordinasi dengan pasar, kemudian kebutuhan supply and demand,” tegas Bahlil.

Source:

Other Article

Liputan 6

Published at

April 7, 2026 at 12:00 AM

4/7/26

1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam

Bisnis Indonesia

Published at

April 7, 2026 at 12:00 AM

4/7/26

10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi

IDX Channel.com

Published at

April 7, 2026 at 12:00 AM

4/7/26

10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?

METRO

Published at

April 7, 2026 at 12:00 AM

4/7/26

10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia

CNBC Indonesia

Published at

April 7, 2026 at 12:00 AM

4/7/26

10 Perusahaan Tambang RI Paling Tajir Melintir, Cuannya Gak Masuk Akal

Secretariat's Address.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Secretariat's Email.

secretariat@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Website created by

Secretariat's Address.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Secretariat's Email.

secretariat@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Website created by

Secretariat's Address.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Secretariat's Email.

secretariat@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Website created by