IDN Financials
Published at
ESDM bidik Kaltim dan Sumsel untuk proyek BBM dari batu bara
JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membidik Kalimantan Timur dan Sumatera Selatan sebagai lokasi pengembangan proyek pengolahan batu bara berkalori rendah menjadi bahan bakar minyak (BBM), seperti bensin dan solar.
Wakil Menteri ESDM Yuliot mengatakan sejumlah proyek di Kalimantan Timur mulai didorong, sementara Sumatera Selatan juga menjadi wilayah yang dipertimbangkan karena memiliki potensi sumber daya batu bara yang besar.
“Jadi, ini ada beberapa yang di Kalimantan Timur. Itu sudah mulai. Kami dorong untuk kegiatannya itu ada juga yang di Sumatera Selatan atau daerah-daerah yang potensi batu baranya cukup besar,” ujar Yuliot seusai menghadiri acara ziarah di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Selasa (29/9), mengutip dari ANTARA.
Yuliot sebelumnya melakukan peletakan batu pertama untuk Proyek Strategis Nasional (PSN) gasifikasi batu bara menjadi metanol di kawasan Batuta Chemical Industrial Park (BCIP), Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur.
Menurut Yuliot, metanol yang dihasilkan melalui proses gasifikasi batu bara nantinya dapat dimanfaatkan sebagai bahan campuran BBM.
“Metanol itu kan bisa digunakan untuk pencampuran bahan bakar minyak,” katanya.
Pengembangan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional dengan mengoptimalkan sumber daya energi dari dalam negeri.
Dalam acara resepsi syukuran 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9), Prabowo menegaskan pentingnya kemandirian pangan dan energi agar Indonesia tidak bergantung pada negara lain.
Prabowo juga menyampaikan bahwa pemerintah akan mengembangkan produksi bensin berbasis batu bara, setelah sebelumnya mendorong pemanfaatan kelapa sawit untuk menghasilkan bahan bakar.
“Sudah berhasil bikin solar dari kelapa sawit dan sudah bisa membikin bensin dari kelapa sawit. Dan, kita juga nanti akan bikin juga bensin dari batu bara,” ujar Prabowo.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan kementeriannya siap menindaklanjuti arahan tersebut. Menurut Bahlil, optimalisasi sumber energi domestik merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan energi Indonesia.
“Kami sebagai Menteri ESDM akan menindaklanjuti setiap perintah dan arahan Bapak Presiden terkait dengan optimalisasi dalam rangka meningkatkan ketahanan energi dengan memakai sumber energi dalam negeri,” ujar Bahlil.
Source:
Other Article
Liputan 6
Published at
1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam
Bisnis Indonesia
Published at
10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi
Bisnis Indonesia
Published at
10 Emiten Batu Bara dengan Laba Paling Jumbo Semester I/2026, AADI & BYAN Teratas
IDX Channel.com
Published at
10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?
METRO
Published at