Bloomberg Technoz

Published at

April 1, 2026 at 12:00 AM

Ekspor Batu Bara RI ke Filipina Diprediksi Naik Jadi 40 Juta Ton

Bloomberg Technoz, Jakarta – Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) memprediksi permintaan batu bara Indonesia dari Filipina bakal naik menjadi sekitar 40 juta ton pada 2026, dari tahun sebelumnya sekitar 38,5 juta ton.

Direktur Eksekutif APBI Gita Mahyarani mengungkapkan secara umum kondisi geopolitik dan kenaikan harga minyak mentah dan gas alam cair atau liquified natural gas (LNG) mendorong beberapa negara untuk kembali mengandalkan batu bara.

Terkait dengan kondisi itu, dia mengamini bahwa terdapat peluang bagi Indonesia untuk memasok batu bara ke sejumlah negara yang menghadapi tekanan kebutuhan energi domestik, termasuk Filipina.

Bagaimanapun, dia memandang kuota produksi batu bara dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang bakal ditetapkan sekitar 600 juta ton bakal membatasi ruang untuk penambang meningkatkan produksi dalam jangka pendek.

“Meskipun ada peluang peningkatan permintaan, termasuk dari Filipina, realisasi manfaat bagi Indonesia tetap sangat bergantung pada keseimbangan antara kapasitas produksi yang telah ditetapkan, prioritas pasar utama, serta dinamika permintaan global secara keseluruhan,” kata Gita ketika dihubungi, Selasa (31/3/2026).

“Filipina secara forecast memang akan ada peningkatan dari +/- 38,5 [juta ton] ke sekitar 40 [juta ton],” tegas Gita.

Lebih lanjut, Gita meyakini kinerja ekspor batu bara Indonesia sejatinya bakal sangat dipengaruhi oleh dinamika permintaan dari China dan India.

Filipina, yang hampir seluruh kebutuhan minyaknya berasal dari Timur Tengah, sedang berupaya mencari sumber alternatif untuk meringankan krisis pasokan yang telah memicu deklarasi darurat energi oleh pemerintah.

Filipina juga sedang bernegosiasi untuk pasokan bahan bakar minyak (BBM) dari Jepang, China, Korea Selatan, dan India. Manila mengatakan bahwa mereka memiliki persediaan minyak untuk 45 hari per 20 Maret

Negara ini akan menerima pengiriman pertama solar dari pesanan lebih dari 1 juta barel pekan ini, kata Sekretaris Eksekutif Ralph Recto pada Minggu (29/3/2026), mengutip upaya "diplomasi minyak" oleh para pejabat yang dipimpin oleh Menteri Energi Sharon Garin.

"Dari Indonesia juga datang jaminan yang kuat akan pasokan batu bara yang stabil," tambah Recto.

Adapun, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebelumnya menegaskan belum berencana melakukan revisi kuota produksi bijih nikel dan batu bara dalam RKAB 2026.

Bahlil menegaskan saat ini dirinya baru mempertimbangkan untuk memberikan relaksasi yang terukur terhadap kuota produksi dua komoditas unggulan Indonesia tersebut.

Dia menegaskan Kementerian ESDM bisa saja memberikan relaksasi bagi penambang untuk mengajukan revisi kuota produksi secara terbatas, dengan syarat harga komoditas tersebut dalam kondisi stabil.

“Dalam rangka pengendalian supply and demand terhadap batu bara maupun nikel sampai dengan hari ini tidak ada perubahan kebijakan apa-apa dari Menteri ESDM, tadi sudah saya laporkan kepada Bapak Presiden sambil kita melihat perkembangan,” ujar Bahlil usai rapat terbatas di Hambalang pada Rabu petang, dikutip dari tayangan Sekretaris Presiden, Kamis (26/3/2026).

“Andaikan pun kalau harganya stabil terus, bagus, kita akan bagaimana membuat relaksasi tetapi terukur terhadap perencanaan produksi. Jadi semuanya masih dalam batas-batas koordinasi dengan pasar, kemudian kebutuhan supply and demand,” tegas Bahlil.

Kementerian ESDM pada mulanya berencana untuk memangkas target produksi batu bara 2026 menjadi sekitar 600 juta ton atau setengah dari persetujuan RKAB tahun sebelumnya sekitar 1,2 miliar ton.

Adapun, Kementerian ESDM mencatat realisasi produksi batu bara nasional sepanjang 2025 mencapai 790 juta ton, anjlok 5,5% dari capaian sepanjang 2024 sejumlah 836 juta ton.

Sebagian besar produksi itu disalurkan untuk pasar ekspor, yaitu sekitar 514 juta ton atau 65,1% dari total produksi. Sementara itu, realisasi penyaluran batu bara untuk pasar domestik mencapai 254 juta ton atau 32%.

Di sisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekspor batu bara terkoreksi 3,66% ke level 390,93 juta ton sepanjang Januari—Desember 2025, lebih rendah dari periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 405,76 juta ton.

Berdasarkan nilainya, kinerja ekspor batu bara sepanjang 2025 turun 19,7% ke level US$24,48 miliar atau sekitar Rp411,14 triliun (asumsi kurs Rp16.795 per dolar AS).

Torehan kinerja ekspor batu bara tahun lalu terpaut lebar dari capaian sepanjang 2024 di level US$30,49 miliar atau sekitar Rp512,07 triliun.

Sekadar informasi, pada Senin (30/3/2026), harga batu bara di pasar ICE Newcastle untuk kontrak pengiriman bulan mendatang ditutup di US$ 144,25/ton. Bertambah 0,28% dibandingkan penutupan perdagangan akhir pekan lalu dan menjadi yang tertinggi sejak 20 Maret atau lebih dari sepekan terakhir.

Harga komoditas ini pun resmi naik tiga hari berturut-turut. Selama tiga hari tersebut, harga terangkat nyaris 5%.

Source:

Other Article

Liputan 6

Published at

April 1, 2026 at 12:00 AM

4/1/26

1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam

Bisnis Indonesia

Published at

April 1, 2026 at 12:00 AM

4/1/26

10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi

IDX Channel.com

Published at

April 1, 2026 at 12:00 AM

4/1/26

10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?

METRO

Published at

April 1, 2026 at 12:00 AM

4/1/26

10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia

CNBC Indonesia

Published at

April 1, 2026 at 12:00 AM

4/1/26

10 Perusahaan Tambang RI Paling Tajir Melintir, Cuannya Gak Masuk Akal

Secretariat's Address.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Secretariat's Email.

secretariat@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Website created by

Secretariat's Address.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Secretariat's Email.

secretariat@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Website created by

Secretariat's Address.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Secretariat's Email.

secretariat@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Website created by