KOMPAS
Published at
April 10, 2026 at 12:00 AM
Distribusi Batu Bara KAI Naik, Energi Nasional Tetap Terjaga
JAKARTA, KOMPAS.com – Kinerja angkutan batu bara PT Kereta Api Indonesia (Persero) menunjukkan tren meningkat pada Maret 2026, sekaligus mempertegas peran transportasi rel dalam menjaga pasokan energi nasional.
Sepanjang Maret 2026, volume angkutan batu bara mencapai 4,6 juta ton, naik dari 4,4 juta ton pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan distribusi energi di tengah aktivitas ekonomi yang terus bergerak.
“Dalam skala yang lebih luas, pergerakan ini menjadi bagian dari sistem energi nasional yang terus dijaga stabilitasnya agar mampu menopang aktivitas masyarakat di berbagai sektor,” kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangan resmi, Rabu (8/4/2026).
Secara kumulatif, selama triwulan I 2026, KAI telah mengangkut 12,07 juta ton batu bara. Angka ini menjadi indikator bahwa distribusi energi berbasis rel tetap berjalan konsisten untuk mendukung kebutuhan listrik nasional.
Anne menjelaskan, angkutan batu bara melalui kereta api memiliki posisi penting dalam rantai pasok energi, terutama untuk pembangkit listrik yang melayani rumah tangga hingga sektor industri.
“Kereta api menjadi penghubung penting dalam rantai pasok energi nasional,” ujarnya. “Setiap perjalanan angkutan batu bara berkontribusi langsung dalam memastikan listrik tetap mengalir,” lanjut Anne.
Momentum Angkutan Lebaran 2026 juga tidak mengganggu distribusi energi. Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat, pasokan batu bara tetap terjaga untuk menjaga sistem kelistrikan di wilayah Jawa dan Bali.
“Perjalanan silaturahmi masyarakat pun dapat berlangsung dengan lancar karena dukungan pasokan energi yang stabil,” kata Anne. “KAI terus mengedepankan keandalan operasional, ketepatan waktu, serta kapasitas angkut yang terukur,” lanjutnya.
Ia menambahkan, di balik setiap perjalanan kereta batu bara terdapat berbagai aktivitas masyarakat yang bergantung pada pasokan energi, mulai dari rumah tangga, layanan kesehatan, hingga kegiatan pendidikan dan industri.
“Dengan karakteristik angkutan massal berbasis rel, kereta api menghadirkan efisiensi logistik sekaligus menjaga keberlanjutan distribusi dalam jangka panjang,” tegasnya.
Infrastruktur logistik diperkuat
Di sisi lain, penguatan distribusi batu bara juga didukung oleh pengembangan fasilitas logistik di Sumatera Selatan. KAI Logistik mengoperasikan CY 2 Merapi yang berlokasi di Desa Sirah Pulau dan terintegrasi dengan Terminal Merapi.
Fasilitas ini dibangun sebagai respons atas kebijakan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang melarang truk batu bara melintasi jalan umum sejak 1 Januari 2026, sesuai Instruksi Gubernur Sumsel Nomor 500.11/004/INSTRUKSI/DISHUB/2025.
“Fasilitas ini dirancang dengan skema konektivitas terpadu antara area tambang dan jalur hauling yang terhubung langsung ke kawasan CY,” kata Yuskal.
“Seluruh aktivitas operasional dapat dilakukan tanpa melalui jalur jalan provinsi,” lanjutnya.
Dengan desain tersebut, proses bongkar muat batu bara menjadi lebih efisien sekaligus meminimalkan dampak terhadap infrastruktur jalan dan lingkungan sekitar.
Target kapasitas hingga 3 juta ton per tahun
KAI Logistik menargetkan fasilitas CY 2 Merapi mampu melayani hingga dua rangkaian kereta per hari pada tahap awal. Dalam pengembangan lanjutan, kapasitas tersebut berpotensi meningkat hingga 10 rangkaian per hari.
Secara proyeksi, fasilitas ini dapat melayani sekitar 730 rangkaian kereta api per tahun dan berkontribusi terhadap angkutan batu bara hingga 3 juta ton per tahun.
“CY 2 Merapi diproyeksikan mampu melayani sekitar 730 rangkaian kereta api per tahun,” ujar Yuskal. “Dengan pengoperasian optimal dua jalur angkut, kapasitasnya berpotensi meningkat hingga 10 rangkaian kereta api per hari,” lanjutnya.
Untuk mendukung target tersebut, perusahaan akan melakukan pengembangan sarana dan prasarana secara bertahap, termasuk penambahan alat angkut, peningkatan fasilitas operasional, serta penguatan kompetensi sumber daya manusia.
Selain itu, operasional fasilitas ini juga mengedepankan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) guna memastikan layanan tetap aman dan andal.
Optimalisasi distribusi berbasis rel juga menjadi bagian dari penerapan konsep green logistics, melalui upaya pengurangan emisi serta peningkatan efisiensi energi dalam rantai distribusi.
Melalui langkah ini, KAI Logistik menegaskan kontribusinya dalam menjaga keberlanjutan pasokan energi nasional, khususnya dalam distribusi batu bara sebagai komoditas strategis.
Source:
Other Article
Liputan 6
Published at
1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam
Bisnis Indonesia
Published at
10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi
IDX Channel.com
Published at
10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?
METRO
Published at
10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia
CNBC Indonesia
Published at