KONTAN

Published at

January 21, 2026 at 12:00 AM

Dirikan Anak Usaha Baru, Indika Energy (INDY) Memperluas Ekspansi Non Batubara

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. PT Indika Energy Tbk (INDY) kembali melakukan ekspansi bisnis di sektor non batubara. Terkini, INDY mendirikan perusahaan baru di bidang manufaktur kendaraan listrik komersial.

Mengutip keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), dua anak usaha INDY yaitu PT Energi Makmur Buana (EMB) dan PT Mitra Motor Group (MMG) telah mendirikan anak usaha baru yaitu PT Invi Manufaktur Andalan Indonesia.

Kelak, Invi akan melakukan kegiatan usaha industri kendaraan bermotor roda empat atau lebih dan industri karoseri kendaraan bermotor roda empat atau lebih, industri trailer, dan semitrailer.

"Dengan pembentukan anak perusahaan ini, INDY akan memiliki anak usaha baru yang laporan keuangannya akan terkonsolidasi," kata Sekretaris Perusahaan INDY Adi Pramono dalam keterbukaan informasi, Senin (19/1).

Manajemen INDY optimistis, pembentukan IMAI sesuai dengan strategi bisnis terdiversifikasi perusahaan. Selain itu, untuk memastikan agar entitas usaha fokus pada kegiatan usaha yang berkelanjutan.

Sebelumnya, EMB menjalankan bisnis distributor bus listrik dan truk listrik terintegrasi dengan merek INVI, yang fokus pada penyediaan transportasi perkotaan dan industri pertambangan.

Kontribusi bisnis batubara

Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Wafi menilai, pembentukan IMAI menjadi langkah strategis bagi INDY untuk meningkatkan level tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) produk kendaraan listrik, khususnya bus. Ini kunci untuk memenangkan tender pengadaan bus listrik dari pemerintah.

Selain bus listrik, INDY telah merambah bisnis sepeda motor listrik melalui merek ALVA yang memiliki pabrik perakitan di Cikarang, Jawa Barat. "Ini salah satu bukti INDY untuk masuk ke industri kendaraan listrik secara penuh," kata dia, kemarin.

Meski agresif ekspansi ke bisnis non batubara, Wafi memproyeksi, kontribusi bisnis batubara terhadap pendapatan INDY kemungkinan masih sulit digeser dalam waktu dekat.

Kalaupun bisa ditekan, segmen bisnis yang dapat menggantikan peran batubara adalah tambang emas Awak Mas yang masih dalam proses konstruksi.

Di sisi lain, segmen bisnis kendaraan listrik INDY masih butuh skala ekonomi besar kendati potensinya menjanjikan. Dus, Wafi memproyeksi, prospek kinerja INDY cenderung netral pada 2026.

Ada kemungkinan pendapatan non-batubara INDY mengalami kenaikan. Tapi, laba bersih rawan tertekan biaya depresiasi atas investasi baru.

Tantangan lain INDY adalah fluktuasi harga batubara global yang menjadi bensin transformasi. Wafi merekomendasikan beli saham INDY dengan target harga di level Rp 4.100 per saham.

Source:

Liputan 6

Published at

January 21, 2026 at 12:00 AM

1/21/26

1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam

Bisnis Indonesia

Published at

January 21, 2026 at 12:00 AM

1/21/26

10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi

IDX Channel.com

Published at

January 21, 2026 at 12:00 AM

1/21/26

10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?

METRO

Published at

January 21, 2026 at 12:00 AM

1/21/26

10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia

CNBC Indonesia

Published at

January 21, 2026 at 12:00 AM

1/21/26

10 Perusahaan Tambang RI Paling Tajir Melintir, Cuannya Gak Masuk Akal

Secretariat's Address.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Secretariat's Email.

secretariat@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Website created by

Secretariat's Address.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Secretariat's Email.

secretariat@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Website created by

Secretariat's Address.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Secretariat's Email.

secretariat@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Website created by