KONTAN
Published at
Danantara Cek Kelayakan Hilirisasi Batubara
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ambisi pemerintah mempercepat hilirisasi batubara masih menghadapi tantangan besar. Sejumlah proyek strategis nasional (PSN) masih bergulat dengan persoalan pencarian mitra investasi, pendanaan, hingga kepastian keekonomian produk yang akan dihasilkan.
Salah satu proyek yang masih dalam tahap pematangan adalah proyek coal to dimethyl ether (DME) milik PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Saat ini, proyek tersebut menjalani proses business validation case yang digawangi Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk mengkaji kelayakan ekonomi sekaligus menyusun struktur pendanaan proyek.
Vice President Hilirisasi PT Bukit Asam Tbk Dahlia Muchtar mengatakan, proses tersebut juga melibatkan PT Pertamina sebagai calon offtaker. "Itulah kenapa diorkestrasi oleh Danantara, yang akan menyusun lagi biayanya seperti apa. Saat ini Danantara membuka kembali business validation case, sambil paralel mencari mitra," kata dia di sela acara HIPMI Miners 2026, Kamis (6/8).
Menurut Dahlia, proses business validation case ditargetkan rampung pada tahun ini. Setelah itu, proyek akan memasuki tahap pengajuan final investment decision (FID) yang ditargetkan selesai pada akhir 2027. Proyek coal to DME yang berlokasi di Tanjung Enim, Sumatera Selatan, itu dirancang mengolah 7 juta ton batubara menjadi 1,4 juta ton DME per tahun.
Sementara itu, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) juga melanjutkan pengembangan proyek hilirisasi batubara menjadi metanol melalui dua anak usahanya, PT Arutmin Indonesia dan PT Kaltim Prima Coal (KPC). Proyek ini dikerjakan oleh PT Bumi Etam Chemical (BEC), perusahaan patungan antara Arutmin dan KPC.
Presiden Direktur BEC Rio Supin mengatakan proyek kini memasuki tahap front-end engineering design (FEED) sekaligus penyusunan kerangka engineering, procurement, construction and commissioning (EPCC) sebagai fondasi menuju tahap konstruksi fasilitas produksi.
"Dimulainya tahapan FEED akan menjadi fondasi bagi pelaksanaan proyek secara terukur dan berkelanjutan," kata Rio dalam keterangan resmi, belum lama ini.
Proyek coal to methanol di Kutai Timur, Kalimantan Timur, tersebut juga berstatus sebagai PSN dengan nilai investasi US$ 2,3 miliar.
Source:
Other Article
Liputan 6
Published at
1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam
Bisnis Indonesia
Published at
10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi
IDX Channel.com
Published at
10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?
METRO
Published at
10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia
CNBC Indonesia
Published at