CNBC INDONESIA

Published at

China dan India Tak Lagi Rakus Batu Bara RI, Siapa Pembeli Barunya?

Jakarta, CNBC Indonesia - Ekspor batu bara Indonesia anjlok sepanjang tahun ini, terutama ke pasar utama yakni India.

Harga batu bara dunia terus bergerak melemah. Kontrak berjangka thermal coal sudah turun ke bawah US$130 per ton, level yang terakhir terlihat sebelum konflik di Timur Tengah memanas.

Berdasarkan Refinitiv, harga batu bara berada di US$128,25 per ton pada 6 Juli 2026, turun dibandingkan hari sebelumnya. Dalam satu bulan terakhir, harganya telah terkoreksi 15,11%. Meski demikian, posisinya masih 17,26% lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pelemahan harga berlangsung setelah proses negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran kembali berjalan. Dilansir dari Trading Economics, harapan terhadap pembukaan penuh Selat Hormuz membuat kekhawatiran gangguan pasokan energi mereda. Harga minyak dan gas alam ikut turun ke level sebelum konflik sehingga kebutuhan pembangkit listrik untuk beralih menggunakan batu bara ikut berkurang.

Pasar juga menyoroti perkembangan di China. Negeri tersebut tetap mempertahankan strategi pengembangan seluruh sumber energi dalam rencana lima tahunnya. Pembangkit listrik tenaga batu bara tetap dibangun bersamaan dengan percepatan investasi energi terbarukan. China bahkan masih menjadi penyumbang terbesar penambahan kapasitas PLTU dunia sepanjang 2025 dengan porsi mencapai 78%.

Di tengah pelemahan harga global, kinerja ekspor batu bara Indonesia masih menunjukkan dinamika yang berbeda di setiap pasar tujuan.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor batu bara (HS 2701) pada Mei 2026 mencapai US$2,17 miliar atau sekitar Rp 39 triliun (US$1=Rp 17.985).

Angka ini naik 4,11% dibandingkan Mei 2025 dan meningkat 5,14% dibandingkan April 2026.

Namun, jika dilihat secara kumulatif, ekspor masih lebih rendah dibandingkan tahun lalu. Selama Januari-Mei 2026, nilai ekspor batu bara mencapai US$9,75 miliar (Rp 175,35 triliun) turun 4,95% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Volume ekspor batu bara Indonesia pada Mei 2026 tercatat 29,03 juta ton, turun 13,61% secara tahunan meski naik 1,26% dibandingkan April 2026.

Secara kumulatif Januari-Mei 2026, volume ekspor mencapai 143,56 juta ton, lebih rendah 8,19% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

India masih menjadi tujuan utama ekspor batu bara Indonesia, tetapi permintaannya melemah cukup dalam. Nilai ekspor ke negara tersebut turun 18,88% secara tahunan menjadi US$411,81 juta pada Mei 2026. Volume pengiriman bahkan merosot 37,75% menjadi 6,36 juta ton.

Sebaliknya, pengiriman ke China melonjak pada Mei. Nilai ekspor naik 19,79% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi US$349,88 juta, sementara volumenya meningkat 5,19% menjadi 5,47 juta ton. Dibandingkan April, lonjakannya jauh lebih tinggi. Nilai ekspor naik 82,07%, sedangkan volume bertambah 82,92%.

Beberapa pasar Asia lain juga mencatat pertumbuhan. Nilai ekspor ke Jepang meningkat 27,85% secara tahunan menjadi US$209,44 juta, sementara Vietnam naik 38% menjadi US$229,88 juta. Bangladesh mencatat kenaikan 35,17%, Thailand 21,06%, dan Kamboja melonjak 61,98%.

Di sisi lain, permintaan dari Malaysia dan Taiwan masih melemah. Nilai ekspor ke Malaysia turun 14,63% dibandingkan Mei tahun lalu, sedangkan Taiwan turun dengan besaran yang sama. Volume pengiriman ke kedua negara juga mengalami kontraksi.

Pelemahan harga batu bara global belum langsung diikuti penurunan nilai ekspor Indonesia pada Mei.

Kenaikan pengiriman ke China, Jepang, Vietnam, dan beberapa negara Asia mampu menopang kinerja bulanan.

Namun, akumulasi ekspor sepanjang lima bulan pertama 2026 masih berada di bawah capaian tahun lalu, baik dari sisi nilai maupun volume. Pasar kini akan mencermati apakah tren penurunan harga batu bara dunia akan mulai menekan penerimaan ekspor Indonesia pada paruh kedua tahun ini.

Source:

Other Article

Liputan 6

Published at

1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam

Bisnis Indonesia

Published at

10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi

IDX Channel.com

Published at

10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?

METRO

Published at

10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia

CNBC Indonesia

Published at

10 Perusahaan Tambang RI Paling Tajir Melintir, Cuannya Gak Masuk Akal

Secretariat's Address.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Secretariat's Email.

secretariat@apbi-icma.org

admin@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Website created by

Secretariat's Address.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Secretariat's Email.

secretariat@apbi-icma.org

admin@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Website created by

Secretariat's Address.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Secretariat's Email.

secretariat@apbi-icma.org

admin@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Website created by