CNBC Indonesia
Published at
China Bikin Dunia Cemas, Harga Batu Bara Langsung Terbang lagi
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga batu bara kembali merangkak naik.
Merujuk Refinitiv, harga batu bara pada perdagangan Rabu (28/10/2026) ditutup di posisi US$ 152,55 per ton. Harganya naik 1,33%.
Kenaikan ini memutus tren negatifnya yang melemah dua hari beruntun sebelumnya.
Kenaikan harga terutama ditopang kabar dari China.
Shanghai Metals Market melaporkan pasar batu bara kokas China diperkirakan berbalik dari surplus tipis pada 2025 menjadi defisit pada 2026.
Penyusutan pasokan domestik yang lebih besar dibandingkan penurunan permintaan berpotensi mendorong kenaikan harga, meski lemahnya konsumsi masih membatasi ruang penguatan.
Berdasarkan analisis Shanghai Metals Market (SMM) yang dipublikasikan pada Rabu (28/10/2026), dalam skenario moderat, produksi batu bara kokas domestik China diproyeksikan turun dari 490 juta ton pada 2025 menjadi 440 juta ton pada 2026.
Penurunan ini dipicu pengetatan penerapan aturan keselamatan tambang untuk menekan produksi berlebih, sehingga pasokan domestik menyusut signifikan.
Sementara itu, impor diperkirakan hanya meningkat tipis menjadi 125 juta ton. Pertumbuhan impor masih dibatasi oleh pembatasan pemeriksaan dan proses keluar-masuk batu bara secara berkala di pelabuhan Mongolia, sehingga belum mampu mengimbangi penurunan produksi domestik.
Dari sisi permintaan, konsumsi batu bara kokas diproyeksikan turun menjadi 569,63 juta ton seiring melemahnya produksi besi mentah (hot metal) dan kokas. Namun, penurunan permintaan diperkirakan lebih kecil dibandingkan kontraksi pasokan.
Kondisi tersebut diperkirakan menciptakan defisit sekitar 5,58 juta ton sepanjang 2026. Pasar pun berpotensi beralih dari akumulasi persediaan tipis pada 2025 menjadi pengurangan stok pada 2026, dengan keseimbangan pasokan dan permintaan yang semakin ketat.
Situasi ini menjadi landasan bagi kenaikan tingkat harga batu bara kokas. Meski demikian, besarnya defisit yang relatif terbatas membuat arah harga tetap bergantung pada ketatnya penerapan aturan keselamatan tambang China dan kelancaran distribusi batu bara dari Mongolia.
Di sisi lain, permintaan yang masih lemah diperkirakan membatasi potensi kenaikan harga lebih lanjut.
Jalur Angkut Batu Bara Mongolia ke China Ditutup, Ekspor Terganggu
Jalur transportasi darat Tavantolgoi-Manlai-Khangi di Mongolia ditutup mulai 27 Oktober pukul 19.00 akibat kerusakan jalan yang belum diperbaiki sesuai standar pemerintah. Penutupan ini berpotensi mengganggu pengiriman batu bara ke China melalui salah satu jalur ekspor utama Mongolia.
Kementerian Jalan dan Transportasi Mongolia sebelumnya menemukan kerusakan parah sepanjang sekitar 250 kilometer dari total jalur konsesi 477 kilometer. Jalan akan tetap ditutup hingga perbaikan selesai.
Meski demikian, dampak terhadap pasokan batu bara kokas diperkirakan terbatas karena pengiriman jenis batu bara kokas primer Mongolia lebih banyak melewati jalur Ganqimaodu, yang masih beroperasi lancar dengan rata-rata lebih dari 710 truk per hari.
Sementara itu, China mengimpor 12,76 juta ton batu bara Mongolia melalui pelabuhan Mandula sepanjang Januari-September 2026, lebih dari tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Source:
Other Article
Liputan 6
Published at
1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam
Bisnis Indonesia
Published at
10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi
Bisnis Indonesia
Published at
10 Emiten Batu Bara dengan Laba Paling Jumbo Semester I/2026, AADI & BYAN Teratas
IDX Channel.com
Published at
10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?
METRO
Published at