Bisnis Indonesia
Published at
January 14, 2026 at 12:00 AM
Batu Bara Jadi Tulang Punggung Angkutan Barang KAI 2025
Bisnis.com, JAKARTA — PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengungkapkan, komoditas batu bara mendominasi muatan dalam angkutan barang kereta selama 2025, yang mencakup 82,4% dari total volume.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan, dari total volume angkutan barang sebanyak 69,79 juta ton, sebanyak 57,52 juta ton di antaranya merupakan batu bara.
“Kontribusi tersebut berperan penting dalam menjaga pasokan energi bagi pembangkit listrik serta mendukung keandalan sistem kelistrikan di berbagai wilayah,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (13/1/2026).
Bahkan sepanjang libur Nataru periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, KAI mengangkut total 3.286.530 ton barang. Dari jumlah tersebut, 2.733.587 ton merupakan batu bara untuk pembangkit listrik di Jawa dan Bali.
Ke depan, Anne menuturkan bahwa KAI terus menyiapkan penguatan kapasitas angkutan barang guna mendukung ketahanan logistik energi.
Pasalnya KAI memasang target pertumbuhan volume angkutan barang sebesar 15% pada tahun 2029, yang mencakup proyeksi 111,2 juta ton batu bara dan 10,9 juta ton komoditas nonbatu bara.
Pengembangan Terminal Tarahan II di Sumatera Selatan diproyeksikan menambah kapasitas angkutan hingga 18 juta ton batu bara, sementara perluasan fasilitas Kertapati diperkirakan menambah sekitar tujuh juta ton.
Pada November 2025 lalu, KAI juga telah menerima total 14 lokomotif baru tipe CC 205 dari Progress Rail, Alabama, Amerika Serikat. Pengiriman ini merupakan batch ketiga dari total pengadaan 54 unit, sehingga KAI telah menerima 38 lokomotif baru untuk memperkuat layanan angkutan barang.
Anne menegaskan, pengadaan ini dalam rangka meningkatkan kapasitas dan keandalan layanan angkutan batu bara serta logistik lainnya.
Secara umum, kinerja angkutan barang sepanjang tahun 2025 mencatatkan pertumbuhan positif, yakni sebesar 0,85% dari 2024 yang mengangkut 69,2 juta ton atau naik sekitar 590.021 ton.
Capaian ini menegaskan peran kereta api sebagai moda logistik strategis dalam menjaga kelancaran distribusi nasional.
Peningkatan volume tersebut didorong oleh layanan angkutan berbagai komoditas, meliputi retail, peti kemas, batu bara, semen klinker, bahan bakar minyak (BBM), pupuk, hasil perkebunan, serta komoditas lainnya.
“Ragam muatan ini mencerminkan kemampuan layanan angkutan barang KAI dalam mendukung kebutuhan sektor energi, industri, dan perdagangan antardaerah,” tambah Anne.
Moda rel sendiri memberikan efisiensi tinggi dan dampak lingkungan yang lebih rendah dibanding moda angkutan jalan raya.
Satu rangkaian KA batu bara dengan 61 gerbong (3.050 ton) setara dengan perpindahan 120 truk kontainer ukuran 40 kaki. Emisi karbon per perjalanan mencapai 10.766 kg CO₂, jauh lebih rendah dibanding 65.645 kg CO₂ yang dihasilkan 120 truk kontainer.
Source:
Other Article
Liputan 6
Published at
1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam
Bisnis Indonesia
Published at
10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi
IDX Channel.com
Published at
10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?
METRO
Published at
10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia
CNBC Indonesia
Published at