FX STREET
Published at
Batu Bara ICE Newcastle Merayap Naik ke $129,00, HBA akan Diperbarui
Batu bara ICE Newcastle front month diperdagangkan di $129,00 yang lebih tinggi 1,22% dari penutupan hari kemarin pada saat berita ini ditulis. Batu bara ini dibuka dengan gap kecil di $127,75 setelah ditutup di $127,45 kemarin. Komoditas ini melanjutkan rebound dari 125,15, terendah 26 Juni dan juga level terendah sejak 22 April saat menantikan informasi terbaru apakah akan ada pertemuan antara AS dan Iran di Qatar hari ini.
Rebound yang disebutkan di atas membuat Relative Strength Index (RSI) 14-hari keluar dari zona jenuh jual dan bertengger di 37,03. Namun demikian, momentumnya masih bearish karena berada di bawah level netral 50. Simple Moving Average (SMA) 200-hari yang berada di bawah harga masih mengindikasikan tren jangka lebih panjang komoditas ini tetap naik sejak pertengahan Januari 2026.
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengklaim akan ada prundingan damai dengan Iran di Doha pada hari Selasa, seperti diinformasikan CNBC. Namun, Iran menyangkal informasi tersebut dan akan tetap fokus pada pelaksanaan Memorandum of Understanding (MoU) yang ada.
Pasar akan menantikan sepanjang hari untuk mencari pembuktian klaim mana yang benar. Apa pun hasilnya bisa memengaruhi masa depan Selat Hormuz yang pada akhirnya berefek pada sentimen di sekitar komoditas-komoditas karena pengaruh baik langsung maupun tidak langsung karena selat ini digunakan untuk lalu lintas 20% pasokan energi dunia.
Sebelumnya hari ini, Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers Index/PMI) Manufaktur NBS Tiongkok bulan Juni naik ke 50,3 lebih baik dari sebelumnya 50,0 dan melampaui konsesus 50,1. PMI Non-Manufaktur juga menunjukkan hasil yang tidak jauh berbeda di 50,2 dibandingkan 50,1 sebelumnya dan prakiraan 49,9.
PMI Manufaktur merupakan pengukur aktivitas di sektor manufaktur sementara PMI Non-Manufaktur untuk mengukur jasa dan konstruksi di Tiongkok. Indikator-indikator ini mengukur kesehatan sektor-sektor tersebut.
Memantau kinerja ekonomi negara ini penting untuk mengukur prospek permintaan batu bara mengingat Tiongkok adalah salah satu negara pengimpor batu bara terbesar di dunia untuk memenuhi kebutuhan energi.
Terkait energi di dalam negeri, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia (RI) merilis Harga Batu Bara Acuan (HBA) untuk periode kedua Juni 2026 dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 253.K/MB.01/MEM.B/2026. Semua harganya naik dibandingkan dengan sebelumnya dengan perincian sebagai berikut:
Batubara (6.322 GAR) $123,91 naik dari $121,83
Batubara I (5.300 GAR) $88,40 naik dari $84,53
Batubara II (4.100 GAR) $60,19 naik dari $58,81
Batubara III (3.400 GAR) $41,19 naik dari $40,32
Hari ini adalah hari terakhir HBA yang disebutkan di atas berlaku. Kementerian ESDM akan memperbarui HBA untuk 1 Juli 2026 atau periode pertama Juli yang berlaku sampai pertengahan bulan. Batu Bara ICE Newcastle turun sepanjang bulan Juni setelah meraih tertinggi baru 2026 di 151,75. Sehingga, pasar ingin mengetahui apakah penurunan harga tersebut akan berpengaruh pada HBA terbaru.
Source:
Other Article
Liputan 6
Published at
1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam
Bisnis Indonesia
Published at
10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi
IDX Channel.com
Published at
10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?
METRO
Published at
10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia
CNBC Indonesia
Published at