KOMPAS

Published at

Batu Bara dan Nikel Makin Prospektif, Kebutuhan Kontraktor Tambang Diproyeksi Melonjak

JAKARTA, KOMPAS.com - Prospek industri pertambangan dinilai mendorong kebutuhan jasa kontraktor tambang. Kenaikan permintaan terlihat pada komoditas batu bara dan nikel.

Dokumen Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik 2025-2034 memproyeksikan permintaan listrik nasional tumbuh 5,3 persen per tahun. Kenaikan ini menjaga konsumsi batu bara tetap stabil sebagai penopang pembangkit listrik.

Peran batu bara masih dominan dalam bauran energi. Tren energi baru terbarukan terus naik, tetapi batu bara tetap menjadi sumber utama listrik.

Komoditas nikel menunjukkan arah pertumbuhan jangka panjang. Indonesia menguasai 67 persen produksi nikel global. Pangsa ini diproyeksikan naik menjadi 74 persen pada 2035.

Direktur Utama PT Andalan Artha Primanusa, Gahari Christine, melihat aktivitas tambang meningkat. Permintaan yang stabil mendorong operasi di lapangan menjadi lebih besar dan kompleks.

Kondisi ini meningkatkan kebutuhan jasa kontraktor tambang. Perusahaan tambang membutuhkan mitra untuk menjaga efisiensi dan produktivitas.

"Di industri pertambangan, yang paling menentukan bukan hanya resource, tapi konsistensi eksekusi di lapangan," ujar Gahari Christine lewat keterangan pers, Senin (4/5/2026).

“Karena itu, peran kontraktor menjadi semakin penting dalam menjaga produktivitas dan efisiensi operasional," paparnya.

Gahari menilai prospek industri tetap kuat. Produksi nikel global diperkirakan mencapai 5 juta metrik ton pada 2035. Pertumbuhan tahunan rata-rata diproyeksikan sekitar 8 persen.

Indonesia juga memimpin hilirisasi nikel. Pangsa pengolahan global mencapai 45 persen. Kondisi ini mendorong kebutuhan mitra kontraktor tambang.

PT Andalan Artha Primanusa memperkuat posisi bisnis. Perusahaan fokus pada layanan dari eksplorasi hingga reklamasi.

Operasional tersebar di Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Halmahera Timur. Kemitraan terjalin dengan Grup Harum Energy, Bukit Asam, dan Grup Petrindo.

Portofolio kontrak terus bertambah. Kerja sama berjalan dengan PT Satria Bahana Sarana di wilayah PT Bukit Asam Tbk.

Perusahaan menambah kontrak baru pada 2026. Proyek mencakup PT Daya Bumindo Karunia, PT Intan Bumi Persada, dan PT Arkara Prathama Energi.

Ekspansi juga dilakukan ke sektor nikel sejak Januari 2026. Perusahaan mengamankan kontrak bersama PT Position di Maluku Utara.

Fokus utama tetap pada konsistensi operasional. Perusahaan menekankan keandalan alat berat sebagai dasar kinerja.

Pertumbuhan batu bara dan nikel diperkirakan berlanjut. Kebutuhan operasional tambang ikut meningkat seiring tren ini.

Source:

Other Article

Liputan 6

Published at

1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam

Bisnis Indonesia

Published at

10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi

IDX Channel.com

Published at

10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?

METRO

Published at

10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia

CNBC Indonesia

Published at

10 Perusahaan Tambang RI Paling Tajir Melintir, Cuannya Gak Masuk Akal

Secretariat's Address.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Secretariat's Email.

secretariat@apbi-icma.org

admin@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Website created by

Secretariat's Address.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Secretariat's Email.

secretariat@apbi-icma.org

admin@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Website created by

Secretariat's Address.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Secretariat's Email.

secretariat@apbi-icma.org

admin@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Website created by