BLOOMBERG TECHNOZ

Published at

Bahlil Buka Taktik Tutup Beban Subsidi BBM: Lewat Royalti Minerba

Bloomberg Technoz, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengakui keputusan untuk menaikkan tarif royalti nikel dan batu bara pada 2025 adalah salah satu cara untuk mengurangi subsidi bahan bakar minyak (BBM).

“Bagaimana cara mendapatkan pendapatan tambahan? Kita naikkan beberapa royalti. Kita naikkan royalti nikel, kita naikkan royalti batu bara, dan beberapa sektor lain. Itu kita bisa dapat uang sekitar Rp30—Rp35 triliun,” kata Bahlil dalam agenda Seminar Nasional Kajian Tengah Tahun Indef 2026, Kamis (25/6/2026).

Adapun, terkait dengan beban subsidi BBM menggunakan Indonesian Crude Price (ICP) di level US$70/barel dalam APBN 2026, Bahlil menyebut hal ini membuat Indonesia harus mengeluarkan subsidi sekitar Rp200 triliun per tahun dengan pendapatan negara sebesar US$10,8 miliar.

“Di dalam target APBN kita, kalau ICP US$70, itu pendapatan negara US$10,8 miliar,” ungkap Bahlil.

Menurutnya, jika ICP dilentingkan di level US$90/barel, pendapatan negara berada di angka US$14,3 miliar dan jika ICP yang ditetapkan naik menjadi US$100/barel, pendapatan negara berada di angka US$17,6 miliar.

Bahlil mengatakan, atas arahan Presiden Prabowo Subianto, ICP 2026 lantas disesuaikan ke angka US$100/barel, yang berarti Indonesia akan menambah subsidi kurang lebih sekitar Rp230—Rp250 triliun.

“Bapak-Ibu semua, negara telah memutuskan atas arahan Bapak Presiden [Prabowo], ICP di samping dengan US$100, itu berarti kita menambah subsidi, kurang lebih sekitar Rp230—Rp250 triliun,” katanya.

“Pertanyaan berikut adalah, kenapa kita tidak menaikkan [harga] BBM bersubsidi? Dari mana uangnya?" tanya Bahlil.

Bahlil menjelaskan, melalui penyesuaian ICP menjadi US$100/barel, terjadi peningkatan pendapatan negara dari target APBN sekitar US$7 miliar atau setara dengan Rp125 triliun.

“Kalau US$7 miliar dikali Rp17.500, itu berarti dapat sekitar Rp120—Rp125 triliun. Kira-kira begitu,” kata Bahlil.

Dengan pendapatan maksimal Rp125 triliun dari kenaikan ICP, kata Bahlil, artinya Indonesia telah memenuhi kebutuhan subsidi BBM sebesar 50% dari total kebutuhan Rp250 triliun.

“Nah, itu artinya apa? Dari Rp250 triliun [subsidi], kita sudah dapat 50% dari peningkatan pendapatan lifting,” katanya.

Sumber Pendapatan

Meski sudah mendapat uang untuk kebutuhan subsidi sebanyak 50%, Indonesia masih harus mencari sumber pendapatan baru, sehingga salah satu pendapatan yang potensial adalah dengan menaikan royalti batu bara dan mineral, dalam hal ini nikel, pada tahun lalu.

Dengan demikian, menurut Bahlil, pendapatan dari sektor ESDM telah menyumbang kurang lebih Rp160 triliun untuk menutup beban subsidi BBM.

“Jadi artinya, sekitar Rp160 triliun rupiah dari total asumsi kenaikan daripada subsidi kita yang kurang sekitar Rp230 sampai 250 triliun, itu sudah dapat dari sektor ESDM,” katanya.

Adapun, sisa dari kebutuhan subsidi ungkap Bahlil bisa berasal dari langkah efisiensi. “Sisanya baru dilakukan efisiensi. Ini sebenarnya kuncinya,” katanya.

Pada April tahun lalu, pemerintah memang memutuskan untuk melakukan kenaikan royalti mineral dan batu bara melalui dua peraturan pemerintah (PP).

Pertama adalah Peraturan Pemerintah (PP) No. 18/2025 tentang Perlakuan Perpajakan dan/ atau PNBP di Bidang Usaha Pertambangan Batubara. Beleid ini merupakan perubahan atas PP No. 15/2022.

Kedua adalah PP No. 19/2025 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Kementerian ESDM.

Kedua beleid tersebut ditandatangani dan diundangkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 11 April 2025 dan berlaku efektif setelah 15 hari, terhitung sejak tanggal diundangkan, alias pada 26 April 2025.

Source:

Other Article

Liputan 6

Published at

1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam

Bisnis Indonesia

Published at

10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi

IDX Channel.com

Published at

10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?

METRO

Published at

10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia

CNBC Indonesia

Published at

10 Perusahaan Tambang RI Paling Tajir Melintir, Cuannya Gak Masuk Akal

Secretariat's Address.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Secretariat's Email.

secretariat@apbi-icma.org

admin@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Website created by

Secretariat's Address.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Secretariat's Email.

secretariat@apbi-icma.org

admin@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Website created by

Secretariat's Address.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Secretariat's Email.

secretariat@apbi-icma.org

admin@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Website created by