Bloomberg Technoz

Published at

Bahlil: Batu Bara Tembus US$154, Relaksasi Produksi Akan Dilanjut

Bloomberg Technoz, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan harga batu bara Indonesia dengan kalori tinggi dengan kesetaraan nilai kalori 6.322 kcal/kilogram (kg) GAR bergerak di sekitar US$154/metrik ton (mt).

Bahlil memandang harga batu bara terus mengalami kenaikan, sehingga dirinya bakal terus melanjutkan peningkatan produksi melalui relaksasi kuota produksi terbatas.

“Hari ini [harga batu bara] mencapai US$154/ton untuk kalori 6.322 dan harapan kita memang adalah harganya bagus, produksinya kita naikkan. Sekarang kita tetap akan melakukan relaksasi terbatas untuk menjaga supply and demand,” kata Bahlil kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (19/10/2026).

Bahlil menyatakan kebijakan relaksasi produksi batu bara secara terbatas tersebut diharapkan dapat mengkerek devisa negara.

“Kita juga ingin untuk dalam waktu dekat, kita ingin sekali untuk bagaimana devisa kita bisa masuk,” ujar Bahlil.

Sekadar informasi, China masih tercatat menjadi negara tujuan ekspor batu bara terbesar Indonesia yang melalui jalur laut pada September 2026, yakni mencapai 12,42 juta mt.

Berdasarkan data pelacakan kapal Kpler yang dihimpun SX Coal, ekspor batu bara ke China tercatat turun 15,48% dari bulan sebelumnya atau secara month to month (mtm) dan turun 32,97% secara tahunan atau year on year (yoy).

Secara umum, ekspor batu bara Indonesia melalui jalur laut pada September 2026 tercatat sebesar 36,45 juta mt naik tipis 0,52% dari bulan sebelumnya dan turun 18,11% yoy.

Kenaikan tipis ekspor secara bulanan tersebut dinilai didukung pemulihan permintaan dari India dan Filipina. Namun, melambatnya permintaan dari China hingga Malaysia justru membebani ekspor secara keseluruhan.

Di sisi lain, sepanjang Januari—September 2026 atau year to date (ytd), SX Coal mencatat ekspor batu bara Indonesia melalui jalur laut mencapai 338 juta mt atau turun 6,16% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Adapun, Ditjen Minerba Kementerian ESDM melaporkan capaian produksi batu bara nasional hingga Juli 2026 telah menembus angka 423,71 juta mt.

Dari total produksi sebanyak 423,71 juta metrik ton tersebut, porsi ekspor mendominasi sebesar 63,82% (270,40 juta mt).

Sementara itu, pemenuhan kebutuhan dalam negeri menyerap 26,86% (113,40 juta mt) dan sisanya sebesar 9,32% (39,51 juta mt) menjadi stok nasional.

Dari realisasi produksi selama tujuh bulan tersebut, rata-rata produksi batu bara nasional berada di kisaran 60 juta mt per bulan.

Dengan begitu, Kementerian ESDM memperkirakan produksi batu bara mencapai 720 juta mt hingga akhir 2026.

Source:

Other Article

Liputan 6

Published at

1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam

Bisnis Indonesia

Published at

10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi

Bisnis Indonesia

Published at

10 Emiten Batu Bara dengan Laba Paling Jumbo Semester I/2026, AADI & BYAN Teratas

IDX Channel.com

Published at

10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?

METRO

Published at

10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia

Secretariat's Address.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Secretariat's Email.

secretariat@apbi-icma.org

admin@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Website created by

Secretariat's Address.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Secretariat's Email.

secretariat@apbi-icma.org

admin@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Website created by

Secretariat's Address.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Secretariat's Email.

secretariat@apbi-icma.org

admin@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Website created by