DETIK
Published at
Bahlil Bakal Longgarkan Kuota Batu Bara, PLN Jadi Prioritas
Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana menambah kuota produksi batu bara dalam revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik milik PT PLN (Persero).
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan total realisasi penambahan kuota produksi batu bara dalam RKAB 2026 ini akan disampaikan pada akhir tahun nanti. Ia hanya memastikan, langkah ini dimaksudkan untuk menjaga ketersediaan pasokan sesuai kebutuhan yang ada.
"Saya akan mengumumkan nanti di akhir tahun saja. Tapi yang jelas bahwa untuk RKAB batu bara itu kita menjaga supply and demand," kata Bahlil usai acara Global Hydrogen Ecosystem Summit & Exhibition (GHES) 2026 di JCC, Jakarta Pusat, Selasa (21/7/2026).
RKAB merupakan dokumen rencana produksi tahunan yang wajib disetujui pemerintah dan dalam praktiknya berfungsi sebagai izin operasional atau izin produksi. Tanpa persetujuan RKAB, perusahaan tambang tidak diperbolehkan melakukan kegiatan produksi secara legal.
"Saya kan sudah katakan bahwa kita akan melakukan relaksasi yang terukur. Kita memperlepaskan terhadap kebutuhan dalam negeri. Apa itu kebutuhan dalam negeri? Semua industri dalam negeri termasuk dengan PLN," sambungnya.
Lebih lanjut, ia meminta Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo yang juga berada di lokasi untuk menjelaskan lebih jauh terkait kebutuhan batu bara di pembangkit listrik milik perusahaan.
"Mana Dirut PLN? Sudah berapa kontrak? Dari total kebutuhan 154 juta ton kebutuhan PLN, sudah berapa sekarang kontraknya? Jelaskan-jelaskan," kata Bahlil.
"Jadi jangan lagi ada orang membangun persepsi seolah-olah RKAB itu berdampak pada PLN. Ini dulu PLN. Karena kita prioritaskan dalam negeri, termasuk industri-industri lainnya," tuturnya lagi.
Sementara itu, Direktur Utama PT PLN, Darmawan Prasodjo mengungkapkan total kebutuhan batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) sebanyak 152 juta hingga 154 juta ton pada tahun ini telah terpenuhi.
Darmawan mengatakan, pasokan bisa terpenuhi lantaran Kementerian ESDM telah memberikan penugasan kepada badan usaha untuk menyuplai 212 juta ton untuk keperluan pembangkit.
"Jadi kebutuhan batu bara untuk PT PLN (Persero) per tahun 152 juta, dan saat ini sudah ada penugasan lebih dari 200 juta, dan kami sedang langsung melakukan kontrak," jelasnya.
"Dari 152 juta hampir semuanya tercukupi saat ini. Sedang berprogres dengan Dirjen Minerba," ucap Darmawan lagi.
Dia menambahkan bahwa kontrak batu bara itu telah menyesuaikan dengan spesifikasi yang dibutuhkan pembangkit. Untuk itu sekali lagi ia menegaskan bahwa pasokan batu bara untuk pembangkit PLN sudah dalam kondisi aman.
"Dengan spesifikasi yang sesuai dengan pembangkit baik milik PLN maupun milik mitra kami. Ini dalam proses yang sangat cepat sekali. Dan Insya Allah terpenuhi," ujarnya.
Source:
Other Article
Liputan 6
Published at
1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam
Bisnis Indonesia
Published at
10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi
IDX Channel.com
Published at
10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?
METRO
Published at
10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia
CNBC Indonesia
Published at