Bloomberg Technoz
Published at
January 8, 2026 at 12:00 AM
Bahlil Bahas DME Batu Bara dengan Danantara, Minta Waktu 1 Bulan
Bloomberg Technoz, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan masih membutuhkan waktu satu bulan untuk memfinalisasi proyek gasifikasi batu bara menjadi dimetil eter (DME).
Bahlil menyatakan dalam waktu satu bulan tersebut, dia akan berkoordinasi erat dengan Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Rosan Roeslani, dalam rangka finalisasi proyek sebelum melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking).
“Kasihkan saya waktu untuk satu bulan lagi, untuk mendetailkan. Saya dengan Pak Rosan nanti akan menyelesaikan dalam kurun satu bulan,” kata Bahlil saat ditemui awak media di Hambalang, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026) petang.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan pemerintah bakal memulai pembangunan atau groundbreaking enam proyek hilirisasi prioritas bulan ini.
Enam proyek itu menjadi bagian dari 18 program hilirisasi yang diajukan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional. Rencanannya proyek ini bakal dikerjakan oleh BPI Danantara.
Prasetyo mengatakan groundbreaking proyek hilirisasi lainnya bakal berlanjut sampai Maret 2026. Dia juga menegaskan, 18 proyek hilirisasi yang diajukan Satgas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional telah disepakati.
“Ada enam groundbreaking dari program hilirisasi yang kemudian nanti dilanjutkan pada Februari dan Maret untuk menyelesaikan kurang lebih 18 program yang sudah kita sepakati,” kata Prasetyo di Hambalang, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).
Prasetyo menuturkan sejumlah proyek hilirisasi yang tengah didorong pemerintah di antaranya gasifikasi batu bara menjadi DME.
Selain itu, dia mengatakan, pemerintah juga menaruh perhatian pada program Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Waste to Energy (WtE).
“Ini memerlukan penanganan sesegera mungkin untuk diolah sehingga sampah-sampah tersebut tidak menggunung dan menimbulkan banyak masalah,” tuturnya.
Di sisi lain, dia menambahkan, program hilirisasi itu juga menyasar pada komoditas pertanian dan perkebunan seperti kopi, cokelat dan pala.
Sebagai informasi, CEO BPI Danantara Rosan Roeslani sempat membeberkan proyek awal yang akan masuk tahap groundbreaking di antaranya Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR), pabrik bioavtur di Cilacap, serta pabrik bioetanol di Banyuwangi.
“Tadi saya juga lapor ke Pak Presiden bulannya, tetapi kita bikin pada awal Januari kita groundbreaking di 6 [proyek],” kata Rosan kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (17/12/2025).
Adapun, nilai paket proyek yang disodorkan Satgas Hilirisasi itu mencapai US$38,63 miliar atau sekitar Rp640,4 triliun (asumsi kurs Rp16.578 per dolar AS).
Dari 18 proyek yang diajukan, 8 di antaranya program hilirisasi di sektor mineral dan batu bara, masing-masing 2 proyek di sektor transisi dan ketahanan energi, dan masing-masing 3 proyek di sektor pertanian, kelautan dan perikanan.
Adapun, dalam hasil prastudi kelayakan proyek prioritas hilirisasi dan ketahanan energi nasional yang dipaparkan Kementerian ESDM, terungkap bahwa pemerintah berencana membangun proyek DME batu bara di 6 lokasi.
Lokasi tersebut a.l. Bulungan, Kutai Timur, Kota Baru, Muara Enim, Pali hingga Banyuasin dengan nilai investasi Rp164 triliun yang akan disokong Danantara.
Proyek DME itu mengambil bagian sekitar 26,52% dari keseluruhan nilai investasi proyek yang diajukan Satgas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional ke Danantara. Proyek itu juga diklaim dapat menyerap 34.800 tenaga kerja.
Source:
Other Article
Liputan 6
Published at
1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam
Bisnis Indonesia
Published at
10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi
IDX Channel.com
Published at
10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?
METRO
Published at
10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia
CNBC Indonesia
Published at